Keren! Kemhan Luncurkan 2 Kapal Angkut Tank KRI Teluk Weda dan KRI Teluk Wondama

Kamis, 04 Maret 2021 – 10:40 WIB
Kasal Laksamana TNI Yudo Margono (tengah), Kabaranahan Kemhan RI Marsda TNI Yusuf Jauhari, (kanan), beserta Komisaris PT. Bandar Abadi, Stanly Rojali (kiri), saat malaksanakan prosesi penekanan tombol sirine tanda peluncuran KRI Teluk Weda dan KRI Teluk Wondama di galangan kapal PT. Bandar Abadi Batam, Rabu (3/3). Foto: dok Humas Kemhan

jpnn.com, BATAM - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menambah kekuatan alat utama sistem pertahanan TNI Angkatan Laut dengan menyelesaikan pembangunan dua unit jenis kapal angkut tank AT-8 dan AT-9.

Dua kapal tersebut merupakan hasil kerja sama Kemhan dengan industri pertahanan dalam negeri PT. Bandar Abadi Ship Builders and Dry Docks.

BACA JUGA: Kementerian Pertahanan Luncurkan KRI Teluk Weda, Kapal Angkut Tank Produksi Dalam Negeri

Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Marsdya TNI Donny Ermawan Taufanto dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Kepala Badan Sarana Pertahanan Kemhan Marsda TNI Yusuf Jauhari di Batam, Rabu (3/3), mengapresiasi penyelesaian pembangunan kedua kapal angkut yang hanya memakan waktu selama 22 bulan dari 30 bulan waktu yang dibutuhkan.

Selanjutnya kedua kapal angkut tank produksi PT. Bandar Abadi tersebut diberi nama KRI Teluk Weda-526 dan KRI Teluk Wondama-527.

BACA JUGA: Prabowo Subianto Perkuat Hubungan Indonesia-Amerika dengan Kerja Sama Alutsista

Sekjen Kemhan menyampaikan bahwa kegiatan penamaan dan peluncuran kapal merupakan salah satu milestone pembangunan kapal yang menandai pertama kalinya kapal berada di air sehingga menjadi tradisi Angkatan Laut seluruh dunia untuk mengacarakannya.

Menyampaikan pesan tertulis Sekjen Kemhan, Kabaranahan Marsda Yusuf Jauhari menjelaskan pentingnya bagi Indonesia sebagai archipelagic state memperkuat kemampuan dalam mengamankan wilayah perairannya yang sangat luas melalui penambahan alutsista kapal secara bertahap hingga memenuhi jumlah proporsional yang dibutuhkan.

BACA JUGA: Yudo Margono dan Doni Monardo Ketemu, Banyak Kisah Seru, Sebaiknya Anda Tahu

Memenuhi target Renstra-III Minimum Essential Force (MEF), Kabaranahan Kemhan yakin bahwa pembangunan kapal angkut tank merupakan bagian integral dari pembangunan kekuatan pertahanan negara pada umumnya dan kekuatan TNI AL.

"Sesuai dengan perencanaan strategis yang telah ada, peluncuran kapal angkut tank tersebut bertujuan memenuhi jumlah minimal kapal yang bisa dioperasikan dalam mendukung pemenuhan tugas," katanya.

Dalam sambutannya, Perwira Tinggi peraih Adhi Makayasa Akademi Angkatan Udara Tahun 1988 tersebut menyampaikan bahwa pembangunan Kapal Angkut Tank ke-8 dan ke-9 itu merupakan wujud kontribusi Kemhan dalam mendukung kemandirian industri pertahanan dalam negeri, yang pada akhirnya dapat meningkatkan laju perekonomian bangsa dan kesejahteraan rakyat Indonesia khususnya, untuk melewati masa krisis resesi dunia dan kontraksi ekonomi nasional akibat pandemi global Covid-19.

"Karena itu, kami mengharapkan agar industri pertahanan dalam negeri, dalam hal ini galangan kapal nasional dapat meningkatkan kemampuan untuk mampu berkompetisi di pasar global melalui peningkatan kapasitas produksi, manajemen, serta teknologi modern agar mampu bersaing dengan kompetitor luar negeri," ujar Marsdya Donny.

Dia mengatakan, Kemhan berharap kehadiran kedua kapal ini akan meningkatkan performa pelaksanaan tugas-tugas TNI Angkatan Laut.

"Untuk itu, kapal-kapal baru ini pada saat bertugas nanti agar diisi oleh sumber daya manusia yang tangguh terseleksi melalui tata kelola sumber daya manusia yang baik, sehingga pengoperasian sekaligus perawatan kapal ini bisa dilakukan secara optimal, disertai dengan manajemen yang tepat agar dapat menjalankan fungsi pangkalan dengan baik dalam hal pemeliharaan serta perawatan, sehingga kapal-kapal angkut tank ini dapat beroperasi secara berkesinambungan," imbuhnya.

Acara peluncuran kapal ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Kasal Laksamana TNI Yudo Margono didampingi Kabaranahan Kemhan RI Marsda TNI Yusuf Jauhari dan Komisaris PT. Bandar Abadi, Stanly Rojali, yang dilanjutkan dengan penandatanganan Berita Acara.

Sedangkan prosesi shipnaming (penamaan) KRI AT-8 dan AT-9 diawali dengan pemotongan pita kendi oleh Ny. Vero Yudo Margono selaku ibu kandung kapal yang didampingi oleh Ny. Sjeicha Yusuf Jauhari beserta Direktur PT. Bandar Abadi Marslina Simanjuntak yang dilanjutkan dengan peluncuran KRI Teluk Wondama-527. (*/adk/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler