Keren! Kuningan Gelar Orkestra 5.000 Angklung

Rabu, 24 Mei 2017 – 13:51 WIB
Anak-anak bermain angklung. Foto: JPG/Pojoksatu

jpnn.com, KUNINGAN - Pemkab Kuningan, Jawa Barat rupanya sangat concern dengan pariwisata. Langkah pertama yang dilakukan adalah mem-branding daerahnya, dengan seni angklung.

Alat musik tradisional yang terbuat dari bambu ini akan terus digaungkan ke seluruh dunia berasal dari Kuningan.

BACA JUGA: Komodo Labuan Bajo Benchmark Sukses Korea dan Bali

Pemerintah Kabupaten Kuningan memanfaatkan momen Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai kebangkitan pariwisata daerahnya secara khusus dan Indonesia.

Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kebangkitan pariwisata diwujudkan dalam Pagelaran Budaya Orkestra 5.000 Angklung di Lapang Pendapa Palamarta Kabupaten Kuningan, Minggu (21/5) lalu.

BACA JUGA: Aparatur Daerah Mandalika NTB Dapat Pelatihan Pengelolaan Homestay

Gelaran spektakuler ini dihadiri juga oleh Sekretaris Menteri Pariwisata Ukus Kuswara.

Menurutnya, even budaya ini memberikan banyak manfaat untuk masyarakat Kuningan sehingga Kementerian Pariwisata (Kemenpar) tidak ragu memberikan dukungannya.

BACA JUGA: Bikin Wisman Jatuh Cinta, BBF 2017 Bakal Tonjolkan Ciri Khas

“Saya bangga dengan gagasan acara ini. Ide yang brilian yang bisa memberikan multi manfaat bagi tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya di Kabupaten Kuningan. Nilai-nilai budaya tersebut merupakan aset yang sangat berharga yang harus ditumbuhkembangkan dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus menggarap potensi Pariwisata Kuningan,” ujar Ukus didampingi Kepala Bidang Promosi Wisata Budaya Kemenpar Wawan Gunawan.

Pagelaran Budaya Orkestra 5000 Angklung yang juga dihadiri Bupati Kuningan Acep Purnama, Wakil Bupati Kuningan, Rektor ITB, Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Barat, Direktur Saung Ujdo Bandung, Sekretaris Daerah Kabupaten kuningan, Ketua DPRD Kabupaten Kuningan.

Kemudian Ketua dan Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kuningan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kuningan ini sebagai pendeklarasian Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Angklung.

Juga hadir beberapa sponsor kegiatan tersebut di antarannya pimpinan cabang Bank Jabar, Direktur BPJS Ketenagaan Kabupaten Kuningan, Direktur BPR Kuningan, Direktur PDAM Kuningan, Direktur PT POS Indonesia Kuningan, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Kuningan, Ketua Darma Wanita Persatuan Kabupaten Kuningan, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuningan, dan seluruh pimpinan organisasi masyarakat serta kepemudaan

“Saya mengapresiasi prakarsa Deklarasi Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Angklung. Hal tersebut dapat menjadi sarana promosi sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki kabupaten Kuningan,” Kata Ukus Kuswara.

Wawan menambahkan, gelaran Orkestra 5000 Angklung ini menjadi momentum bagi para steakhoder pendidikan akan pentingnya komitmen dalam upaya pelestarian nilai-nilai budaya tradisional serta menjaga keberlangsungan seni tradisi.

“Yang memiliki peran penting untuk terus melestarikan seni dan budaya ini harus melibatkan ribuan guru. Peran guru yang bertugas mentransformasikan ilmu pengetahuan merupakan sosok yang tepat menjadi penggerak tumbuh dan berkembangnya nilai-nilai budaya tradisional serta menjaga keberlangsungan seni tradisi untuk diwarisi kepada para peserta didik yang ada di kabupaten Kuningan,” beber Wawan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Kuningan Acep Purnama menjelaskan, kesenian angklung diwariskan oleh para leluhur menjadi sebuah karya seni yang menumental yakni Angklung Diatonis.

Sebuah alat musik yang merdu terbuat dari bambu yang sudah mendunia, ternyata cikal bakalnya lahir di kabupaten Kuningan.

“Ialah Daeng Sutigna, yang berhasil menciptakan dan mengembangkan Angklung Diatonis di Kabupaten Kuningan,” kata Acep.

Acep mengatakan, deklarasi sebagai Kabupaten Angklung adalah upaya dalam perwujudan pelestarian seni dan budaya tradisional Indonesia. Khususnya pertunjukan dan alat musik angklung.

"Ini upaya mengawal amanah dari UNESCO yang telah menetapkan Angklung sebagai warisan budaya tak benda (intangible cultural heritage of humanity) asli dari Indonesia. Maka pada kesempatan ini kami siap mewujudkan dan mengimplementasikan untuk ikut serta dalam menjaga, memelihara, melestarikan dan meregenerasikan angklung di Kabupaten Kuningan," ujar Acep.

Menteri Pariwisata Arief Yahya tak meragukan seni tradisi Angklung yang dimiliki Kabupaten Kuningan sarat dengan nilai-nilai budaya.

“Saya percaya anak-anak Kuningan itu jagoannya, gudang seniman. Tinggal financial value-nya yang harus dipoles habis, maka Kuningan akan lebih cepat berlari, karena modal creative value-nya sudah di tangan,” ujarnya.

Menurut Arief, budaya semakin dilestarikan semakin menyejahterakan.

Hal itu menjadi salah satu alasan wisatawan mau liburan ke suatu daerah. Karena itu budaya harus dilestarikan mengingat memiliki nilai ekonomis.

“Laku dijual untuk turis mancanegara,” ungkap Menpar Arief.

Pada kesempatan ini, Kemenpar juga memberikan apresiasi atas prakarsa “Deklarasi Kabupaten Kuningan sebagai Kabupaten Angklung” yang bisa menjadi sarana promosi sekaligus menunjukkan potensi yang dimiliki kabupaten Kuningan.

Direktur Saung Angklung Udjo Bandung Taufik Udjo mengatakan Kuningan sangat pantas dideklarasikan sebagai Kabupaten Angklung, karena di sini lahir tokoh besar Angklung yaitu Daeng Soetigna.

"Beliau sangat mendukung dan memberikan kepeduliannya dalam mengembangkan Angklung di Kabupaten Kuningan," katanya.

Deklarasi dengan simbolisasi memainkan 5000 angklung yang bergemuruh membahana di area acara yang melibatkan seluruh guru tingkat SLTA se kabupaten Kuningan dan sekitarnya.

Acara pertunjukan orkestra angklung dimeriahkan oleh Saung Angklung Udjo, kelompok Angklung SMA se Kuningan dan grup Angklung SMA 1 Majalengka.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Layanan Dasar Kesehatan dan Pendidikan Syarat Ciptakan Generasi Sehat Cerdas


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Kemenpar  

Terpopuler