Keren! Siswi SMA Ini Adaptasi Teknologi CR-Box Jadi Alat Filtrasi Sederhana

Kamis, 04 Agustus 2022 – 21:34 WIB
Ashley Halim, siswi SMA ACS Jakarta mengadaptasi teknologi menjadi alat filtrasi udara sederhana. Foto: dok. pribadi

jpnn.com, CIPAYUNG - Ashley Halim, siswi SMA ACS Jakarta mengadaptasi teknologi sederhana menjadi alat filtrasi udara untuk mengurangi penyebaran Covid-19 di kelas.

Kehadiran alat filtrasi yang diberi nama KlinAir itu sebagai bentuk kepeduliannya pada anak sekolah yang mulai menjalani pembelajaran tatap muka (PTM).

BACA JUGA: Avaro Meluncurkan Alat Pembersih Lantai Cangih, Sebegini Harganya

"Saya ingin membantu anak-anak dan remaja agar bisa meneruskan kegiatan sekolah tatap muka dengan aman," kata Ashley, pencetus alat Kilnair di Jakarta, Kamis (4/8).

Dia pun memberikan 10 unit KlinAir untuk SMA Katolik Nusa Melati, Cipayung, Jakarta Timur, yang disponsori oleh PT. Deltomed Laboratories.

BACA JUGA: EZVIZ BCIC, Kamera Pengawas Wireless dengan Sumber Daya Matahari

Dia pun berharap alat tersebut bisa membuat lingkungan belajar lebih sehat dengan adanya ventilasi udara yang baik dan penggunaan sistem filtrasi udara yang tepat.

Ashley menyadari bahwa masih banyak ruang sekolah yang memiliki ventilasi kurang baik dan alat filtrasi udara komersil juga cukup mahal harganya.

BACA JUGA: Teknologi Kamera Pintar Bantu Orang Tua Awasi Anak di Rumah

Oleh karena itu, dia berencana membuat filter udara CR Box (Corsi-Rosenthal Box) yang memiliki standar bagus, tetapi dengan biaya terjangkau.

Ashley mengaku mendapatkan ide itu dari Dr. Richard Corsi yang merupakan dekan fakultas teknik di University of California Davis. 

Dr. Richard Corsi dan rekannya, Jim Rosenthal, merupakan pakar kualitas udara indoor yang menemukan cara sederhana dalam membersihkan udara di dalam ruangan.

Pembersih Udara KilnAir

Dengan mengadaptasi teknologi CR-Box tersebut, Ashley Halim membuat sendiri alat pembersih udara yang diberi nama KlinAir.

Klinair terdiri dari 4 buah filter kertas Merv-13 yang di gabungkan dengan sebuah kipas angin kotak.

Cara kerja dari alat ini adalah menarik udara dari dalam ruangan dan menyaringnya melalui filter Merv-13 tersebut, lalu kipas akan melepaskan udara yang lebih bersih.

Teknologi ini sangat efektif menyaring partikel udara yang mengandung virus SARS-Cov 2 penyebab Covid-19.

Alat ini telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh universitas-universitas terkemuka di Amerika Serikat.

Ashley juga telah melakukan penelitian menggunakan alat buatannya itu dengan alat penghitung partikel di udara dan hasilnya tidak kalah dari beberapa merek air purifier terkemuka.

Keunggulan dari alat Klinair ini adalah biayanya yang relatif lebih murah dan cara membuatnya yang sederhana sehingga bisa diimplementasi dengan luas.

Ashley Halim yang bercita cita mengambil jurusan teknik lingkungan ini berhasil menggalang dana untuk membiayai 50 unit alat KlinAir yang akan dibagikan secara cuma-cuma kepada sekolah yang membutuhkan.

Program itu disponsori oleh PT. Deltomed Laboratories, Yayasan Kinar Pustaka, PT. Multicrane Perkasa, Pearson Education Indonesia, PT. Intan Pertiwi Industri, PT. Star Cosmos Indonesia, AutoPitStop Car Service, dan Rotiboy. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler