Keren! Warga Miskin DKI bakal Punya Dokter Pribadi, Ini Penjelasan Koh Ahok

Senin, 25 Mei 2015 – 06:15 WIB
Foto: Dedi Yondra/Jawa Pos

jpnn.com - JAKARTA – Gebrakan anyar dalam bidang kesehatan digagas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).  

Melalui program Ketuk Pintu Layani dengan Hati, Ahok  menyiapkan dokter pribadi untuk 1.250 warga DKI Jakarta yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu atau miskin.

BACA JUGA: Bapak Ibu, Mohon Perhatikan, Ini Syarat Khusus Masuk SD di Jakarta

Konsep dokter pribadi itu tanpa pungutan biaya apapun. Dokter akan turun langsung ke rumah susun warga yang sedang sakit. Dengan program itu, diharapkan bisa memberi kemudahan bagi warga ibu kota kurang yang selama kesulitan berobat di ruma sakit.

Apalagi banyak warga yang tidak mampu membayar obat, transportasi, dan biaya penginapan kamar pasien.

BACA JUGA: Hiii... Setan Kopi Luwak Gentayangan Bikin Warga Sukatani Geger

"Konsep kita, seolah-olah mereka yang tidak mampu punya dokter pribadi yang nggak usah bayar," kata Ahok usai meresmikan program Ketuk Pintu Layani dengan Hati di Rusun Pinus Elok, Cakung, Jakarta Timur, Minggu (24/5).

Pada acara acara peresmian tersebut, Ahok didampingi sang istri, Veronica Tan, Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmadi Priharto, serta Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta Ika Lestari Aji.

BACA JUGA: Seperti Inilah Gaya Blusukan Veronica Ahok

Menurutnya, konsep dokter pribadi itu meniru di luar negeri. Dia menjelaskan, dokter pribadi di sini berperan sebagai konsultan kesehatan. Dengan kata lain, bagi warga kurang mampu yang mengalami gangguan kesehatan bisa berkonsultasi dengan dokter yang dipilihkan sesuai identitas warga.

Warga bisa berinteraksi langsung dengan dokter tersebut. Mereka bisa menanyakan langsung keluhan penyakit yang dirasakan dengan mengirim pesan singkat atau telepon. Nantinya dokter bisa langsung mendatangi hunian warga itu.

"Kalau ada KTP Jakarta kamu bisa dapat nama dokternya A atau B dan nomor teleponnya. Kalau kamu pusing atau mual-mual tanyakan saja ke dokternya. Dia akan nasihatin kamu," ujar Ahok.

Sebagai masukan, warga wajib mengikuti saran dokter tersebut. Bila warga yang sudah diberi masukan oleh dokter tapi masih tetap tidak mendengarkannya, maka akan dicoret sebagai penerima pelayanan.

"Pendataan warganya sedang berjalan sehingga 2016 sudah bisa kelihatan untuk seluruh Jakarta, kecuali orang kaya yang punya asuransi swasta," jelas pejabat asal Belitung tersebut. (Dedi Yondra/fal)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ijazah Asli tapi Palsu dari SD sampai S2 Mudah Didapatkan, Begini Caranya...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler