Kesal Dikritik, Tiongkok Tuntut Australia Bersikap Lebih Hormat

Kamis, 19 Desember 2019 – 13:51 WIB
Suasana Kongres ke-19 Partai Komunis Tiongkok. Foto: AP

jpnn.com, CANBERRA - Duta Besar Tiongkok untuk Australia Cheng Jingye melontarkan ancaman halus kepada pemerintah Negeri Kanguru tersebut. Menurut dia, Australia harus lebih menghormati Tiongkok jika ingin hubungan bilateral ditingkatkan.

Hubungan antara Australia dengan mitra dagang terpentingnya telah memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Tiongkok dinilai terlalu ikut campur dalam urusan dalam negeri Australia. Canberra juga khawatir Tiongkok menggunakan cara-cara tidak legal untuk memperkuat pengaruh di kawasan Pasifik.

BACA JUGA: Demi Memperdalam Persahabatan, Menhan Prabowo Temui Orang Nomor Dua di Militer Tiongkok

Menurut Cheng, Australia harus meninggalkan kritik dan mulai melihat perkembangan di Tiongkok sebagai peluang. "Saya pikir penting untuk melihat perkembangan satu sama lain sebagai peluang, bukan ancaman," kata Cheng kepada wartawan di Sydney, Kamis (19/12).

Australia telah berbulan-bulan berupaya meredakan ketegangan bilateral dengan menahan diri dari mengkritik Tiongkok secara terbuka.

BACA JUGA: Vietnam Sebut Tiongkok Ancaman Bagi ASEAN

Namun dalam beberapa pekan terakhir, beberapa pejabat senior pemerintah mulai bersuara soal militerisasi di Laut China Selatan, perlakuan Tiongkok terhadap etnis Uighur dan penahanan terhadap warga negara Australia.

Pada Oktober, Australia mendapat teguran dari Tiongkok ketika mengatakan akan terus berbicara tentang perlakuan terhadap orang-orang Uighur di Provinsi Xinjiang.

BACA JUGA: Tuding Tiongkok Bakar Alquran Muslim Uighur, Mesut Ozil Diundang ke Xinjiang

"Orang-orang Uighur dalam tahanan adalah berita yang benar-benar palsu," kata Cheng, yang kemudian menunjukkan kepada wartawan sebuah video yang menggambarkan orang-orang Uighur sebagai radikal.

Cheng juga membantah tuduhan bahwa Tiongkok menganiaya Yang Hengjun, seorang penulis Australia yang ditahan selama hampir setahun. Cheng bersikeras bahwa Beijing memperlakukan mantan diplomat yang berubah menjadi jurnalis dan blogger online itu secara manusiawi. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler