Ketua AVI: yang Paling Kami Harapkan Jelas, Pemerintah Buat Penelitian Produk Tembakau Alternatif

Sabtu, 31 Juli 2021 – 14:50 WIB
Ilustrasi. Rokok elektrik/vape. Foto Drake

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Aliansi Vaper Indonesia (AVI) Johan Sumantri mengatakan penelitian terhadap produk tembakau alternatif, seperti rokok elektrik dan produk tembakau yang dipanaskan, sudah banyak dilakukan oleh lembaga riset independen.

Seperti dari sejumlah universitas dan lembaga ternama, baik dari dalam maupun luar negeri.

BACA JUGA: Kakak Adhisty Zara: Satu Kali Khilaf, Dua Kali Kayaknya...

Namun, sampai saat ini, pemerintah Indonesia belum juga terdorong untuk melakukan riset mandiri ataupun memberi dukungan terhadap peneliti dalam negeri, yang sudah mempublikasikan kajiannya mengenai produk tembakau alternatif.

“Yang paling kami harapkan itu jelas satu, pemerintah buat penelitian. Kajian yang dibuat oleh swasta dan perguruan tinggi sudah banyak, tapi kajian yang menyeluruh dari pemerintah belum pernah dibuat,” kata Johan.

BACA JUGA: Sektor Industri Hasil Tembakau Butuh Perlindungan Negara

Johan mengungkapkan hasil dari sejumlah kajian yang dilakukan membuktikan bahwa produk tembakau alternatif memiliki profil risiko kesehatan 90%-95%, lebih rendah dibandingkan rokok.

Contoh dari produk tembakau alternatif antara lain produk tembakau yang dipanaskan, vape, serta snus.

BACA JUGA: Jangan Katakan 7 Kalimat ini Kepada Penderita Kanker

“Bila tidak bisa melakukan riset, akui penelitian dari lembaga riset swasta yang memang membuktikan produk ini memiliki risiko yang jauh lebih rendah ketimbang rokok,” ungkapnya.

Jika tidak, Johan khawatir pemerintah tidak memiliki referensi yang sesuai dalam menyusun regulasi bagi produk tembakau alternatif.

Pemerintah tidak mungkin mengeluarkan kebijakan tanpa adanya kajian.

“Masalahnya, pemerintah tidak mau percaya dengan riset dari lembaga itu. Tapi di sisi lain, mereka tidak mau memulai riset soal produk ini. Teliti dan paparkan kemudian buat kebijakannya berdasarkan riset yang akurat, itu yang kami harapkan,” kata Johan.

Padahal, dengan adanya regulasi yang berbasis kajian ilmiah akan mendorong perokok dewasa beralih ke produk ini sebagai alternatif untuk berhenti merokok.

“Banyak sekali hal positif yang sudah saya dengar dan rasakan sendiri, karena saya salah satu yang beralih ke produk tembakau alternatif. Dari segi kebersihan juga ada manfaatnya karena tidak ada lagi sampah abu maupun asap rokok,” seru Johan.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler