Ketua DPD Puji Hubungan Strategis RI-Rusia Selama 70 Tahun

Rabu, 15 Januari 2020 – 21:12 WIB
La Nyalla Mattalitti. Foto: Ken Girsang/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPD La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan, pemerintah Indonesia dan Rusia berkomitmen meningkatkan kerja sama bilateral yang saling menguntungkan. Kerja sama itu mencakup tiga pilar yakni politik dan keamanan, ekonomi dan perdagangan, investasi dan sosial budaya.

Peningkatan kerja sama ini juga dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Rusia pada 3 Februari 2020.

BACA JUGA: Bertemu Dubes Rusia, Mahfud Bahas Rencana Kedatangan Presiden Putin ke Indonesia

La Nyalla menambahkan, Indonesia-Rusia berkomitmen memajukan proyek pengembangan dan investasi strategis di berbagai sektor seperti infrastruktur, energi, dan transportasi, yang melibatkan hubungan bisnis, regional, dan sumber daya manusia di kedua negara.

“Seperti proyek transportasi kereta api di Kalimantan, proyek energi di Jawa Timur, peluncuran operasional penerbangan langsung Rossiya Airlines dengan rute Moskow ke Bali," kata La Nyalla saat bertemu Dubes Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/1).

BACA JUGA: DPD RI Komitmen Dukung Investasi Rusia di Indonesia

Dalam kesempatan itu, La Nyalla menjelaskan DPD dengan Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, parlemen Rusia Duma Negara atau lembaga legislatif rendah telah menjalin kerja sama yang baik selama ini.

"Kami menyampaikan apresiasi bahwa Y.M. Duta Besar Rusia aktif dalam RDM (Regional Diplomatic Meeting) 2018 yang ditindaklanjuti pertemuan intensif dengan gubernur Kalimantan Timur untuk memperlancar investasi Rusia di Kalimantan," katanya.

Dia menambahkan, antara DPD dan Duma punya Memorandum of Understanding (MoU) untuk kerja sama parlemen. "Sekarang sedang kami tindak lanjuti dengan penyusunan action plan," ujar senator dari Jawa Timur itu.

Wakil Ketua DPD Nono Sampono mengatakan bahwa MoU kerja sama parlemen berlaku hingga tahun 2021. “MoU itu per tiga tahun," tegasnya di kesempatan yang sama.

Senator asal Maluku itu menyatakan, hubungan RI dengan Rusia selama 70 tahun sebagai sahabat yang strategis. Menurut dia, sudah ada kerja sama melalui Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) dan Batan yang berlokasi Kalimantan.

"Kami berharap ada peningkatan beasiswa mahasiswa belajar di sana khususnya aspek pertambangan, perhubungan, dan perkapalan," ungkap Nono.

Dubes Rusia Lyudmila Georgievna Vorobieva mengatakan, hubungan Rusia-Indonesia yang telah berjalan 70 tahun mengalami banyak peristiwa bersejarah.

"Ketua DPD RI sebelumnya, Bapak Oesman Sapta mengunjungi Rusia pada 2018 dan ada rencana pengembangan hubungan kedua lembaga," ungkap Lyudmila. (boy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler