Ketua MPR Apresiasi Komitmen Presiden Jokowi Subsidi Kendaraan Listrik di Indonesia

Jumat, 18 Agustus 2023 – 23:42 WIB
Presiden Jokowi bersama Ketua MPR Bambang Soesatyo menghadiri peringatan Hari Konstitusi dan HUT ke-78 MPR di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Jumat (18/8). Foto: Dokumentasi Humas Kemnaker

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengapresiasi dan mendukung langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan subsidi terhadap kendaraan listrik.

Saat menghadiri peringatan Hari Konstitusi dan HUT ke-78 MPR, Jokowi menyampaikan pemerintah telah memberikan subsidi sekitar Rp 70 juta untuk mobil listrik.

BACA JUGA: Dirjen Polpum Bahtiar Mendapat Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya dari Presiden Jokowi

Nilai tersebut sedikit lebih besar dibanding negara tetangga, misalnya Thailand yang memberikan subsidi sekitar Rp 68 juta.

"Indonesia harus memberikan subsidi lebih besar dari negara lain untuk menjadi daya tarik sehingga produsen kendaraan listrik dari berbagai negara tertarik berinvestasi memproduksi kendaraan listriknya di Indonesia," kata Bamsoet dalam sambutan peringatan Hari Konstitusi dan HUT ke-78 MPR di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen, Jumat (18/8).

BACA JUGA: PaDi UMKM Perluas Jaringan Pasar Lewat Platform Digital Telkom

Bamsoet yang juga menjabat Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) mengatakan subsidi Rp 70 juta yang diberikan pemerintah tersebut, berupa insentif PPN (Pajak Pertambahan Nilai) yang sudah berlaku sejak 1 April 2023.

"Dengan demikian masyarakat yang mau membeli mobil listrik hanya perlu menanggung PPN sebesar satu persen, sedangkan sepuluh persen sisanya dibayarkan pemerintah," ujar Bamsoet.

Lebih lanjut Bamsoet menyampaikan untuk mendapatkan insentif PPN tersebut, mobil listrik harus memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) minimal 40 persen, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 38 Tahun 2023.

Selain menarik minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik karena harganya semakin terjangkau, sekaligus juga menarik industri untuk berinvestasi memproduksi kendaraan listrik di Indonesia.

"Potensi kendaraan listrik di Indonesia sangat besar," Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menyampaikan, menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah mobil penumpang di Indonesia mencapai sekitar 17,2 juta unit pada akhir 2022.

Untuk mobil listrik, saat ini sudah lebih dari 14.993 unit yang beroperasi di jalan raya. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) melaporkan pada Mei 2023 volume penjualan wholesale mobil listrik berbasis baterai di Indonesia sudah mencapai 1.560 unit.

Penjualan mobil listrik semakin meningkat sejak adanya pemberian insentif PPN.

Misalnya terlihat dari penjualan Hyundai Ioniq 5 yang memenuhi syarat penerima insentif PPN. Penjualan wholesale Hyundai Ioniq 5 Signature Extended pada Mei 2023 naik 37 persen (MoM) menjadi 857 unit," jelas Bamsoet.

Bamsoet menambahkan dengan memasifkan penggunaan kendaraan listrik, Indonesia bisa mendapatkan banyak keuntungan. Misalnya, menyehatkan APBN, lantaran penggunaan bahan bakar berbasis fosil di Indonesia akan semakin berkurang yang pada akhirnya bisa turut mengurangi subsidi energi di APBN.

Sebagai catatan, subsidi energi untuk BBM, LPG 3 Kg, dan Listrik di RAPBN 2024 dialokasikan sebanyak Rp 185,87 triliun.

Komitmen nasional mempercepat migrasi kendaraan listrik juga mendatangkan banyak keuntungan lain.

Misalnya, mengurangi polusi atau pencemaran udara, mengingat 60 persen kontributor pencemaran atau polusi udara di Indonesia disebabkan kendaraan bermotor. Serta meningkatkan ketahanan energi nasional dan menekan ketergantungan impor migas.

"Sekaligus merealisasikan komitmen untuk menurunkan emisi sebesar 29 persen pada tahun 2030 dan bahkan nol persen tahun 2060," pungkas Bamsoet. (mrk/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler