Ketua MPR: Muhammadiyah Sudah Lulus 4 Pilar

Rabu, 07 Februari 2018 – 15:00 WIB
Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menyampaikan materi Sosialisasi 4 PIlar MPR di Pendopo Pemkab Trenggalek, Selasa (6/2). Foto: Humas MPR for JPNN.com

jpnn.com, TRENGGALEK - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku bingung harus menyampaikan materi apa saat melakukan sosialisasi 4 Pilar MPr di hadapan para kader Muhammadiyah.

Pasalnya, menurut Zulhasan, anggota Muhammadiyah sudah paham betul nilai-nilai Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan UUD NRI 45.

BACA JUGA: Zulhasan: Trenggalek Terpencil tapi Berpotensi

“Mengajari orang Muhammadiyah tentang Pancasila, seperti mengajari ikan berenang, bisa kualat kita,” ujar Zulkifli Hasan di Pendopo Pemkab Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (6/2).

Ucapan Zulkifli disambut tawa sekitar 500 anggota Muhammadiyah, termasuk sejumlah anggota Pemuda Muhammadiyah, anggota Tapak Suci, juga para perempuan dari ormas Aisyiyah.

BACA JUGA: Zulhasan, Presiden! Khofifah, Gubernur!

Zulhasan memberi contoh, perguruan tinggi milik Muhammadiyah di sejumlah daerah, tidak hanya menampung mahasiswa dari siswa lulusan SLTA uhammadiyah saja.

“Di Maluku, separuh mahasiswa kampus Muhammadiyah itu Kristen. Di Malang, separuh lebih NU,” ujar Zulhasan, lagi-lagi disambut tawa hadirin.

BACA JUGA: PAN Klarifikasi Ucapan Zulhasan soal PKS

Begitu pun Rumah Sakit Muhammadiyah di berbagai daerah, juga tidak membatasi menerima pasien orang Muhammadiyah.

“Gak pernah di tanya, hei KTP-mu apa? Gak pernah ada, asal sakit, masuk. Jadi, Muhammadiyah itu sudah lulus 4 Pilar. Jadi, susah untuk sosialisasi 4 Pilar ini,” ujarnya.

“Baiklah, saya hanya aka mengingatkan sepintas saja,” imbuhnya.

Dikatakan, tokoh-tokoh Islam, termasuk dari Muhammadiyah, cukup intens ikut berjuang merebut kemerdekaan.

Para pendiri bangsa itu, lanjutnya, merumuskan nilai-nilai Pancasila yang sangat mulia, digali dari budaya, leluhur dan nenek moyang.

Karena itu, dia berpesan agar masyarakat Indonesia memegang teguh nilai-nilai Pancasila.

“Jangan sampai kita jadi gaduh, saling menista, antar ras dan beragama saling menyakiti. Jangan saling curiga,” pesannya.

Lebih lanjut kata Zulkifli, jika ingin bangsa Indonesia ingin sejahtera, maka harus berdaulat terlebih dahulu.

“Lalu harus berdaulat dulu, baru berlaku adil. Itu lah cita-cita Indonesia. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” ungkap Zulkifli. (sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... HNW: LGBT dan Perzinaan Bertentangan dengan Konstitusi


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler