Ketua MPR RI Mengajak Pemuda Tingkatkan Kualitas Demokrasi

Rabu, 10 Maret 2021 – 14:46 WIB
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo saat menerima Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Jakarta, Rabu (10/3). Foto: MPR RI.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak kalangan pemuda untuk terlibat aktif dalam peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia.

Pasalnya, kata Bamsoet, laporan The Economist Intelligence Unit (EIU) mengenai Indeks Demokrasi 2020 yang dirilis beberapa waktu lalu mencatat turunnya indeks demokrasi di Indonesia dari skor 6.48 di 2019 menjadi 6.3 di 2020. Menempatkan Indonesia di peringkat ke-64 dari 167 negara dunia.

BACA JUGA: Bamsoet, Kristina dan Ruben Onsu Undi Giveaway Sosialisasi 4 Pilar MPR RI

Skor 6.3 merupakan angka terendah yang diperoleh Indonesia dalam kurun waktu 14 tahun terakhir, bahkan untuk di kawasan Asia Tenggara indeks demokrasi tanah air berada di peringkat empat di bawah Malaysia, Timor Leste, dan Filipina.

“Menunjukkan betapa besarnya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh berbagai pihak, terutama kalangan pemuda untuk memajukan demokrasi di Indonesia," kata Bamsoet usai menerima Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) di Jakarta, Rabu (10/3).

BACA JUGA: Skor Indeks Demokrasi Indonesia Naik, tetapi Belum Baik

Pengurus IPM yang hadir antara lain Ketua Umum Hafizh Syafaaturrahman, Sekretaris Jenderal Furqon Ramli, Ketua bidang Hubungan Kerja Sama Ruslan Abdul Gani, Sekretaris bidang Organisasi Multazam Ahmad Tawalla dan anggota bidang Organisasi Mulyono.

Ketua ke-20 DPR RI ini menerangkan ada lima indikator yang digunakan EIU dalam menentukan indeks demokrasi suatu negara yakni proses pemilu dan pluralisme, fungsi dan kinerja pemerintah, partisipasi politik, budaya politik, serta kebebasan sipil.

BACA JUGA: KLB Demokrat Serangan terhadap Demokrasi, AHY Minta Bantu Rakyat Indonesia

Nah, Bamsoet mengatakan para pemuda sebagai bagian dari tulang punggung demokrasi punya peran besar memastikan kelima indikator demokrasi tadi bisa berjalan dengan baik.

“Misalnya dengan mengedukasi masyarakat agar tidak terjebak money politic dalam setiap tahapan pemilu, hingga menyuarakan pentingnya semangat kebangsaan dibanding penggunaan politik identitas," papar Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menekankan supaya demokrasi di Indonesia makin berkualitas maka para pemuda harus berada dalam satu visi dan misi yang sama.

Yakni sama-sama mengedepankan kepentingan bangsa di atas golongan sehingga organisasi kepemudaan tidak terpecah belah, apalagi saling bertentangan satu sama lain.

"Organisasi kepemudaan harus menjadi wajah Indonesia yang bersatu dalam bingkai keanekaragaman. Karena esensi utama dari demokrasi bukanlah menghilangkan perbedaan tetapi mengelola keberagaman dalam semangat persatuan dan kesatuan," pungkas Bamsoet. (*/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler