Ketum API Sebut Panas Bumi Berpotensi Besar Sebagai Sumber Energi Terbarukan

Jumat, 19 Juli 2024 – 19:31 WIB
Ilustrasi - Ketua Umum API Julfi Hadi menyebut panas bumi memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan. Foto: ilustrasi/dokumentasi humas Pertamina

jpnn.com - JAKARTA - Ketua umum Asosiasi Panas Bumi Indonesia atau Indonesian Geothermal Association (API/INAGA) Julfi Hadi menilai perlu kerangka kebijakan untuk mengakselerasi pengembangan panas bumi.

Menurutnya panas bumi memiliki potensi besar sebagai sumber energi terbarukan di Indonesia dan diharapkan dapat memainkan peran kunci.

BACA JUGA: Kisah Inspiratif Klaster Rotan Trangsan, Produknya Makin Mendunia Berkat Pemberdayaan BRI

Karena itu kerangka kebijakan sangat diperlukan untuk mendukung regulasi serta inovasi sebagai pendorong utama.

"Inisiatif ini tidak hanya memerlukan kolaborasi antarpemangku kepentingan, tetapi juga langkah-langkah konkret dalam hal kebijakan, regulasi dan insentif fiskal yang mendukung," ujar Julfi Hadi dalam keterangannya, Jumat (19/7).

BACA JUGA: Direktur Utama Jasa Raharja Hadiri Acara Flag off Zebra Bhayangkara Presisi Sudirman Loop 2024

Julfi lantas membeber sejumlah langkah yang telah diambil. Antara lain, meningkatkan kontribusi terhadap energi terbarukan.

Pemerintah juga telah mengambil langkah-langkah strategis, di antaranya menetapkan kebijakan tarif yang disesuaikan dengan karakteristik panas bumi. Hal ini dinilai sebagai kunci untuk menarik investasi dan memastikan keberlanjutan proyek.

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Bawa Atmosfer Balapan di Mandalika ke GIIAS 2024

Pemerintah juga menetapkan skema insentif seperti insentif pajak atau subsidi langsung. Hal ini bertujuan untuk mengurangi biaya investasi awal dan meningkatkan keekonomian proyek panas bumi.

Langkah lain, pemerintah merealisasikan kebijakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). Kemudian, menetapkan mekanisme lelang wilayah kerja pengembangan (WKP) atau wilayah pemanfaatan sumber daya panas bumi (WPSPE).

"Dengan begitu banyak tantangan, Asosiasi Panas bumi Indonesia (API) berperan untuk menjadi pelopor di industri panas bumi secara luas, dengan visi terus menyuarakan dan mendorong percepatan pengembangan dan teknologi panas bumi di Indonesia," katanya.

Julfi lebih lanjut mengatakan keterlibatan aktif pada forum 'The 10th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2024' juga merupakan langkah strategis.

Terutama dalam membangun jaringan, berbagi pengetahuan dan memperkuat sinergi semua pemangku kepentingan dalam industri ini.

Sementara itu Ketua Pelaksana The 10th IIGCE 2024 Boyke Bratakusuma mengatakan konvensi yang digelar merupakan platform penting untuk mendukung dan mempercepat pengembangan panas bumi di Indonesia.

"Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk mencapai target ambisius ini. Kami berharap melalui IIGCE 2024 lebih banyak investor tertarik berinvestasi di sektor panas bumi dan mendukung pengembangan teknologi lokal," katanya.

IIGCE adalah salah satu bentuk implementasi nyata dari Asosiasi Panas Bumi Indonesia atau Indonesian Geothermal Association menjadikan IIGCE sebagai wadah mendukung perkembangan panas bumi di Indonesia.

API bekerja sama dengan On Us Asia. Diharapkan konvensi dapat bermanfaat, relevan dan lebih inovatif bagi pengetahuan yang akan menghasilkan tindakan lebih nyata. (gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jasa Raharja Raih Penghargaan di ASEAN Risk Awards 2024


Redaktur & Reporter : Kennorton Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler