SURAKARTA - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Irman Gusman mengatakan partisipasi politik masyarakat saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Hal itu dapat dilihat angka partisipasi politik masyarakat dalam Pilkada Sumatera Utara yang hanya mencapai 55 persen partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya.
"Dari hasil survei terungkap, mereka yang tidak berpartisipasi menggunakan hak pilihnya disebabkan karena tidak adanya korelasi antara janji-janji politik yang disampaikan oleh kepala daerah saat berkampanye," kata Irman Gusman, dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Forum Rektor Indonesia se Jawa, yang berlangsung di Universitas Sebelas Maret, Solo, Sabtu (11/5).
Bahkan dalam skala negara-negara tetangga di Asean angka partisipasi politik masyarakat Indonesia terhadap proses demokrasi berada di bawah Papua Neugini dan Timor Leste.
Fakta tersebut lanjut Irman Gusman, sesungguhnya lampu kuning bagi perjalanan demokrasi Indonesia ke depan karena komunitas yang tidak menggunakan suaranya terindikasi dari kalangan muda. "Ini kan berbahaya," tegas senator asal Sumatera Barat.
Dalam kaitan tersebut, Forum Rektor sangat tepat melakukan edukasi politik terhadap kaula muda khususnya di kampus-kampus karena Rektor merupakan panutan mahasiswa-mahasiswi di kampus-kampus, ungkap Irman Gusman.
"Karena itu baik selaku pimpinan Dewan Perwakilan Daerah maupun pribadi saya kembali mengajak Forum Rektor harus ambil bagian dalam proses politik yang saat ini terjadi," harap Irman Gusman. (fas/jpnn)
"Dari hasil survei terungkap, mereka yang tidak berpartisipasi menggunakan hak pilihnya disebabkan karena tidak adanya korelasi antara janji-janji politik yang disampaikan oleh kepala daerah saat berkampanye," kata Irman Gusman, dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) Forum Rektor Indonesia se Jawa, yang berlangsung di Universitas Sebelas Maret, Solo, Sabtu (11/5).
Bahkan dalam skala negara-negara tetangga di Asean angka partisipasi politik masyarakat Indonesia terhadap proses demokrasi berada di bawah Papua Neugini dan Timor Leste.
Fakta tersebut lanjut Irman Gusman, sesungguhnya lampu kuning bagi perjalanan demokrasi Indonesia ke depan karena komunitas yang tidak menggunakan suaranya terindikasi dari kalangan muda. "Ini kan berbahaya," tegas senator asal Sumatera Barat.
Dalam kaitan tersebut, Forum Rektor sangat tepat melakukan edukasi politik terhadap kaula muda khususnya di kampus-kampus karena Rektor merupakan panutan mahasiswa-mahasiswi di kampus-kampus, ungkap Irman Gusman.
"Karena itu baik selaku pimpinan Dewan Perwakilan Daerah maupun pribadi saya kembali mengajak Forum Rektor harus ambil bagian dalam proses politik yang saat ini terjadi," harap Irman Gusman. (fas/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... BNPT: Terorisme Ancaman Serius
Redaktur : Tim Redaksi