Kinerja Darya Varia Tumbuh Positif Pada Kuartal I 2022

Selasa, 28 Juni 2022 – 23:15 WIB
Presiden Direktur DVLA, Jose Sumpaico Romana didampingi jajaran manajemen lainnya dalam RUPST dan paparan publik. Foto tangkapan layar zoom 

jpnn.com, JAKARTA - Produsen farmasi PT Darya-Varia Laboratoria Tbk (DVLA) berhasil membukukan pertumbuhan kinerja keuangan yang solid di tengah pandemi.

Hal itu terlihat dari kinerja sepanjang kuartal I tahun 2022 yang mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 646,3 miliar atau tumbuh 32 persen dibandingkan periode sebelumnya. 

BACA JUGA: Darya-Varia Laboratoria Membagikan Suplemen ke Para Driver GoJek

"Hal itu ditopang oleh kinerja yang positif perseroan selama ini," kata Presiden Direktur Darya-Varia Laboratoria Jose Sumpaico Romana dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Paparan Publik secara daring, Selasa (28/6).

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja segmen bisnis consumer health dengan penjualan bersih meningkat 69 persen menjadi Rp 355,2 miliar, sedangkan bisnis obat resep tumbuh 6 persen menjadi Rp 219,4 miliar. 

BACA JUGA: Teguh Santosa Meluncurkan Buku Di Tepi Amu Darya

Total penjualan bersih pada tol manufaktur dan ekspor sebesar Rp 71,7 miliar, sedikit menurun dari angka periode yang sama tahun 2021 yang sebesar Rp 72 miliar.

"Strategi bisnis 2022 telah disusun oleh perseroan berdasarkan pertimbangan ketidakpastian yang timbul dari efek lanjutan perkembangan situasi pandemi," kata Jose Sumpaico Romana.

BACA JUGA: Mengaku Punya Power, Kakek Ini Goyang 5 Mahasiswi, Sontoloyo

Menghadapi situasi dan potensi tersebut, DVLA berencana untuk memperkuat inovasi dan mempertahankan kualitas proses GMP (CPOB) di seluruh pabrik. 

Di sisi lain, pada 2021 DVLA juga berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan tahunan sebesar Rp 1,9 triliun, meningkat 4 persen dibandingkan dengan pendapatan tahun sebelumnya.

Kinerja yang positif didorong oleh pertumbuhan penjualan Consumer Health sebesar 11 persen dan obat resep 4 persen.

Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 147 miliar.

Selain itu, laba komprehensif tahun berjalan mengalami pertumbuhan, yaitu Rp 172 miliar, meningkat 25 persen dibandingkan pada 2020.

Pertumbuhan itu disokong melalui penjualan atas penyertaan saham di PT Etana Biotechnologies Indonesia. Perseroan mengonversi penyertaan saham minoritas pasifnya menjadi keuntungan atas investasi. 

"Jumlah ini akan diinvestasikan ke dalam bisnis inti perseroan untuk mendukung strategi pertumbuhan berkelanjutannya," kata Widya Olivia Tobing, Head of Legal & Corporate Affairs Darya-Varia Laboratoria.

RUPST juga mengesahkan perubahan susunan Direksi Perseroan, yang mana Maria Christina D. Carnay mengundurkan diri dari posisi Direktur dan digantikan oleh Celso Paz Lim.

DVLA juga melihat adanya potensi kelangkaan pasokan khususnya komoditas energi dan pangan.

Memastikan ketersediaan bahan baku, perusahaan telah menjalin hubungan yang baik dengan produsen bahan baku farmasi sekaligus dengan penyedia layanan logistik. 

"Dengan demikian, perseroan bisa mengamankan kebutuhan bahan bakunya untuk periode yang lebih panjang," pungkas Widya. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baru Dirilis, Suzuki Ertiga Hybrid Laris Manis


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler