Kinerja Siloam Mendorong Pendapatan LPKR

Jumat, 18 Juni 2021 – 18:46 WIB
RS Siloam Tanjung Bunga. Foto: Humas SIloam International Hospitals for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Pertumbuhan kinerja emiten rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk diprediksi berlanjut sepanjang 2021.

Hal itu pun turut menguntungkan pemegang saham utamanya, yakni PT Lippo Karawaci Tbk.

BACA JUGA: Polsek Pancoran Gelar Vaksinasi COVID-19 untuk Warga, Vaksinator dari Siloam Hospitals

Analis Ciptadana Sekuritas Robert Sebastian mengatakan, kinerja emiten pengelola RS Siloam menanjak karena pendapatan kuat, pertumbuhan margin, dan tarif pajak yang lebih rendah.

SILO membukukan laba periode berjalan yang bisa diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp143,89 miliar pada kuartal pertama 2021.

BACA JUGA: Keunggulan dan Tarif Swab Antigen Elecsys, Tersedia di RS Siloam

Angka itu melejit 788,5 persen dibandingkan kuartal pertama 2020 yang sebesar Rp 16,19 miliar.

Pada 2021, SILO berencana membuka dua rumah sakit baru yang berlokasi di Surabaya dan Banjarmasin.

BACA JUGA: Nakes dari Siloam, Vaksinasi Gotong Royong di Spark Melayani 1.000 Orang per Hari

Masing-masing rumah sakit memiliki kapasitas 98 dan 66 tempat tidur. Menurut Robert, kedua RS itu memiliki lokasi yang strategis dan pasar profitabilitas yang kuat.

"Ke depan, pertumbuhan kinerja SILO juga terdorong kebutuhan layanan kesehatan masyarakat segmen menengah ke atas," kata dia, Jumat (18/6).

Pada 2021, Robert memprediksi SILO membukukan pendapatan Rp 8,12 triliun dan laba bersih Rp 463 miliar.

Nilai tersebut meningkat dari pendapatan pada 2020 yang sebesar Rp7,11 triliun dan laba Rp 116 miliar.

"Peningkatan laba SILO didukung naiknya margin laba kotor layanan rawat inap dan rawat jalan pada 2021," ujar Robert.

Pertumbuhan kinerja SILO pun bakal mendorongkrak kinerja induk usahanya, LPKR.

Menurut Robert, SILO berkontribusi cukup besar terhadap pendapatan LPKR, yakni sekitar 60 persen.

Berdasarkan laporan keuangan per Desember 2020, total pendapatan LPKR mencapai Rp 11,96 triliun.

Kontribusi bisnis healthcare sejumlah Rp 7,11 triliun alias setara 59,45 persen.

SILO menyisihkan laba yang didapat untuk dibagikan sebagai dividen tahun buku 2020 senilai total Rp 226 miliar dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 pada 28 April 2021.

Sebagai pemegang 55,4 persen saham SILO, LPKR pun mengantongi dividen senilai Rp 125,20 miliar.

"Saya rasa bagus untuk LPKR adanya dividen dan kontribusi peningkatan kinerja dari SILO," kata Robert. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler