Kisah Ahmed Penjual Roti, 14 Tahun, yang Pernah Digantung, Disetrum, Disiksa ISIS

Selasa, 02 Juni 2015 – 06:07 WIB
Ahmed, saat menghidupkan kembali mimpi buruknya kepada BBC. Foto: BBC

jpnn.com - VIDEO kekejaman kelompok militan ISIS kembali beredar. Rekaman yang sepertinya diambil menggunakan telepon genggam tersebut didapatkan oleh wartawan BBC, Quentin Sommerville.

Sommerville mendapatkannya dari seorang pembelot dari ISIS. Dalam video tersebut, terekam bagaimana seorang anak disiksa oleh anggota ISIS.

BACA JUGA: Otoritas Turki Curiga, Pembawa Bantuan dari RI Tertahan di Bandara

Ahmed, anak Syria berusia 14 tahun itu digantung, dipukuli, diinterogasi dan disiksa oleh dua pria yang tampak memiliki pistol, pisau dan senapan jenis AK-47.

Ahmed ditangkap karena diduga menanam bom di sekitar lokasi pertemuan anggota ISIS. Ahmed yang sehari-hari menjual roti untuk mencari nafkah itu kemudian bisa melarikan diri dari penjara, karena salah seorang algojo ISIS kasihan kepadanya.

BACA JUGA: He he he...Anjing Ini Bisa Berhitung

Singkat cerita, Ahmed berhasil ditemui Sommerville di wilayah Turki dan bocah tersebut menghidupkan kembali mimpi buruknya.

"Saya berpikir tentang orangtua saya. Saya berpikir tentang ibuku. Saya pikir saya akan mati dan meninggalkan orangtua saya, saudara saya, teman-teman saya, saudara saya semua di belakang. Saya pikir saya akan mati," kenang Ahmed.

BACA JUGA: Tiongkok Menolak Desakan Amerika Serikat soal Reklamasi Spratly

Bocah Penjual Roti ini mengaku dipukuli, disetrum agar mengaku. Saya mengatakan semuanya kepada mereka," tutur Ahmed.

Ketika disetrum, Ahmed berteriak memanggil ibunya. "Tetapi begitu saya berteriak, tegangan setrum itu lebih tinggi. Mereka bilang, jangan membawa ibumu," ujarnya.

Dengan perasaan campur aduk, Ahmed melanjutkan kisah buruknya. "Mereka berpura-pura beragama. Mereka pura-pura menegakkan aturan Islam, tapi mereka tidak. Mereka memukul dan membunuh orang," isak Ahmed.

Di Turki, Ahmed mencoba melanjutkan hidupnya. "Sangat jarang saya bisa tidur ketika saya pertama kali datang ke Turki, saya selalu dihantui mimpi buruk, saya tidak bisa tidur," katanya. (adk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Awas! ISIS Siap-Siap Beli Senjata Nuklir


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler