Kisah Cinta SMA yang Berujung Penyesalan Seumur Hidup

Kamis, 01 Desember 2016 – 08:53 WIB
Kisah Cinta SMA yang Berujung Penyesalan Seumur Hidup. Ilustrasi Fajar/ Radar Surabaya/JPNN.com

jpnn.com - Gara-gara diculik dan dipaksa menikah dengan pacar saat duduk di bangku SMA membikin Karin, 29, menyesal.

Lantaran, dia tidak bisa menyelesaikan pendidikannya. Untungnya, April 2015 lalu, Karin bisa kembali ke orang tua.

BACA JUGA: Hari Ini Uji Coba Ruas Tol Jombang - Mojokerto Seksi 3

Kini Karin bisa melanjutkan studinya dengan mengikuti kejar paket C.

Umi Hany Akasah - Radar Surabaya

BACA JUGA: Duh Mama!!! Pamitnya Wisudaan, Ternyata Malah Kuda-kudaan

WAKTU 11 tahun menemukan keluarganya akhirnya tercapai. Karin dijemput orang tuanya di Maumere, Papua.

Karin tak menyangka bila ia akan kembali ke orang tuanya setelah diculik oleh pacarnya yang kini jadi suaminya, Donjuan, 38.

BACA JUGA: Rumah Pak Raden Hanyut Terbawa Banjir, Warga Hanya Bisa Menonton..

“Pas waktu itu mau Ebtanas (ujian nasional, Red),” kata Karin di sela-sela mengambil akta cerai di Pengadilan Agama (PA), Klas 1A Surabaya, Rabu (30/11).

Meski sudah menikah 11 tahun lamanya, Karin mengaku tidak mencintai Donjuan. 

Apalagi, pernikahan itu dilakukan dengan cara menculik dan memaksanya.

“Saya tidak suka sama suami. Tapi, dia memperkosaku seminggu waktu mau ujian. Minggu depannya, dia memaksa saya menikah,” kata Karin. 

Perkenalan Karin dan Donjuan bermula saat Karin mengikuti les nyanyi di salah satu guru musik di kawasan Surabaya Timur.

Waktu itu, Karin memang berambisi untuk bisa menyanyi untuk menjadi penyanyi terkenal.

Di situlah, Karin mengenal Donjuan yang merupakan salah satu personel band.

”Saya sudah berkalikali menolak dia. Saya ingin fokus sekolah dan nyanyi,” jelasnya dengan suara penyesalan. 

Sewaktu pulang kursus menyanyi Donjuan mendekap dan memperkosannya. Sungguh nasib Karin yang malang. Ia tak bisa bercerita dengan mama dan papanya.

”Papa waktu itu dalam proses kenaikan jabatan. Reputasinya harus dijaga. Mama juga barusan ditinggal meninggal uti (mbah putri, Red). Saya tidak berani bercerita.," katanya. 

Akhirnya, pernikahan mendadak sempat digelar Donjuan di rumahnya. Tentu, orang tua tidak pernah setuju. Apalagi, saat itu ia akan ujian akhir sekolah.

Tetapi, Karin tak mampu berbuat apa-apa lantaran Donjuan mengancam menyebarkan foto mesumnya bila tidak mau menikah dalam waktu itu juga.

”Mama dan papa nangis saja waktu saya nikah. Mama tahu kalau saya sebenarnya tidak mau menikah secepat itu,” kata Karin dengan wajah nelongso.

Frustasi dan stres sudah ada dalam benaknya. Ia sudah tidak tahu arah hidupnya. 

Menikah dengan pria yang sudah menyakiti hatinya. Bahkan, hingga Karin tidak mampu menyelesaikan studinya. Sampai akhirnya, Karin langsung dibawa Donjuan ke Maumere, Papua.

”Saya tersiksa di sana. Tidak boleh keluar rumah. Tidak boleh pegang handphone. Sebulan setelah menikah saya pasang KB, jadi tidak hamil sampai sekarang. Saya ingin pulang ke Surabaya,” kata warga Mulyosari.

Sampai akhirnya, ia memiliki waktu untuk mengirim surat pada orang tuanya ke kantor Pos. Hal itu dilakukan ketika ia sembunyi-sembunyi ke pasar.

Karin juga memberikan nomor telepon tetangganya supaya orang tuanya bisa  menghubunginya sewaktu-waktu.

”Awal April 2015 lalu, papa mama datang. Ia menjemputku bersama polisi. Saya tidak tahu nasib dia sekarang. Saya sekarang sedang ikut paket C di PKBM. Nanti mau lanjut kuliah,” katanya dengan senyum bahagia.

(no/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ormas Ini Perintahkan Seluruh Pengurus Ikut Aksi 212


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler