Kisah Maruli Tampubolon Garap Lagu Natal di Tengah Pandemi

Minggu, 20 Desember 2020 – 07:01 WIB
Maruli Tampubolon. Foto: dokumen pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Penyanyi sekaligus aktor Maruli Tampubolon kembali menghadirkan karya teranyarnya. Kali ini, ia merilis dua lagu, yakni Never Stand Alone dan Silent Night.

Dua lagu tersebut merupakan proyek pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini di penghujung 2020.

BACA JUGA: Maruli Tampubolon Bangga Nyanyikan Lagu Batak di Penutupan Pertemuan IMF

Sederet musikus papan atas pun dilibatkan dalam proyek tersebut. Sebut saja Andi Rianto, Dennis Nussy, Rayendra Sunito, Andre Dinuth,Bonar Abraham, Group Vocal Renewal dan Choir Melody Bali Voice.

Maruli mengungkapkan, lagu Never Stand Alone berkisah tentang bagaimana Ketika manusia menghadapi cobaan dan harus mendekatkan diri pada Tuhan.

BACA JUGA: Maruli Tampubolon Punya Cara Beda Kenalkan Single Baru

“Kita dapat menghadapi masalah itu bersama Tuhan yang berdiri bersama kita. Jangan takut bila kita lagi ada masalah dan problematika kehidupan, Tuhan selalu berserta kita," kata Maruli Tampubolon, kepada awak media di Jakarta, baru-baru ini.

Menariknya, lanjut Maruli, lirik lagu tersebut dibuat oleh saudaranya, Meris Simbolon. Ia bahkan menyebut bahwa Meris menggarapnya sangat serius bersama Dennis Nussy.

BACA JUGA: Terungkap! Ini Alasan Aura Kasih Gugat Cerai Suami

“Mimpi kami membawa Indonesian gospel song dikenal sampai ke seluruh dunia. Makanya bahasanya dibuat dalam bahasa Inggris,” ujar Maruli.

Sedangkan lagu Silent Night sengaja dibuat untuk menyambut Natal, Ide tersebut digagas oleh ayah Maruli, Juan Felix Tampubolon bersama Dennis Nussy.

“Diam-diam mereka bikin tiga bahasa, versi bahasa Batak, bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris,” jelasnya.

Menurut Maruli, lagu ini berbeda dengan Never Stand Alone. Ada sentuhan beda pada penggarapan klip video yang divisualisasikan tentang keluarga.

“Natal kan tentang kekeluargaan. Natal kembali kepada kepada kasih keluarga, kasih mula-mula. Kita berbagi sharing, kita saling nyanyi saling berbagi Kasih," ujar Maruli.

"Walaupun kita tengah menghadapi pandemi Covid-19, tetapi hati yang gembira adalah obat manjur. Jadi kita pun harus juga mengucap syukur dalam segala hal,” jelasnya.

Pria kelahiran 26 Maret 1987 ini mengakui bahwa tidak mudah menggarap lagu di tengah pandemi Covid-19 yang membatasi jaran dan interaksi.

“Proyeknya sudah mulai dari awal pandemi, tetapi terbentur dengan kapan bikin video klipnya. Dan video klipny baru selesai beberapa hari lalu. Live recording sudah mulai sejak lam, baru keluar sekarang ini karena pandemi,” pungkasnya. (jlo/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler