Kisah Mita, Gadis di Pekanbaru yang Bangkit dari Kelumpuhan, Bertekad jadi Dokter

Senin, 30 Januari 2023 – 18:25 WIB
Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto semringah melihat Mita yang sempat mengalami kelumpuhan, berjalan dengan normal kembali. Foto: Rizki Ganda Marito/JPNN

jpnn.com - Alhamdulillah. Gadis berusia 12 tahun bernama Mita yang merupakan korban tabrak lari di Kota Pekanbaru itu kini bisa kembali ke sekolah. Berkumpul bersama teman-temannya, menimba ilmu, dan melanjutkan mengejar cita-cita menjadi dokter.

Laporan Rizki Ganda Marito, Pekanbaru

BACA JUGA: Mendengar Riana Mengalami Kelumpuhan, Irjen Iqbal Tergerak, Tim Langsung Membantu

Senin (30/1) pagi buta, Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Sunarto mendadak antusias mengajak rekan-rekannya menuju Jalan Lintas Timur, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.

Sunarto pengin ke rumah Mita setelah menerima kabar gadis itu akan segera berangkat ke Kabupaten Tebo, Jambi, untuk melanjutkan pendidikan di SD Al Mursidin.

BACA JUGA: Kelamaan Pakai HP Picu Nyeri Leher, Dapat Berakibat Kelumpuhan

Kombes Sunarto tak mau melewatkan kesempatan bertemu dengan Mita.

Setibanya di rumah kayu kediaman Mita dan keluarga, suasana hangat terasa.

BACA JUGA: Kampanye Keselamatan Berlalu Lintas, Ditlantas Polda Riau Beri Edukasi kepada Komunitas Motor

Mita juga tampak semringah melihat kedatangan Kombes Sunarto yang didampingi sang istri.

Setelah sejenak bercengkrama, Sunarto meminta Mita untuk berjalan.

Pria berbadan besar itu seketika memancarkan wajah bahagia saat melihat Mita berjalan lancar.

Sunarto menceritakan, Mita yang duduk di bangku kelas enam SD itu sudah bisa kembali ke sekolah seusai pulih dari lumpuh akibat kecelakaan pada November 2022.

Nyaris tiga bulan, Mita tidak dapat berjalan karena kakinya patah.

Awal pertemuan Sunarto dengan Mita berawal saat perwira menengah dengan tiga melati di pundaknya itu, mendapat informasi tentang Mita yang hanya terbaring di rumah setelah menjadi korban tabrak lari.

“Awalnya kami dari Polda Riau menerima informasi tentang Mita. Memang kami ada program peduli masyarakat yang membutuhkan, maka kami datang untuk membantu,” kata Sunarto.

"Mita mengalami kecelakaan seminggu setelah ibunya meninggal dunia. Dia sempat hilang semangat bahkan tidak punya harapan," imbuhnya.

Mita sempat depresi. Patah semangatnya untuk sembuh dan enggan kembali ke sekolah.

Mimpinya menjadi dokter sempat sirna.

Hati Sunarto pun terenyuh. Bertambah perih ketika mengetahui kondisi kaki Mita bengkok karena seusai kecelakaan tidak mendapat perawatan yang layak.

Ayah Mita, Winarko, tidak berdaya membawa Mita berobat secara layak. Winarko hanya buruh di kebun orang.

“Posisi tulang kaki Mita itu bengkok. Mungkin orang pertama yang menangani membiarkan saja bengkok, sehingga mengakibatkan sarafnya tidak normal. Itu yang membuat Mita tidak bisa berdiri dan harus dipapah,” tutur Sunarto.

Melihat kondisi itu Sunarto segera membawa Mita ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk diobati dengan layak.

Di Rumah Sakit Bhayangkara, Mita dioperasi dan dipasang pen oleh Tim Biddokes Polda Riau secara layak dan benar.

“Alhamdulilah Mita bisa ditangani secara medis dengan baik oleh Biddokes Polda Riau," kata Kombes Sunarto.

Seusai operasi Mita berjalan, Sunarto dan istri rajin mengunjungi dan memantau perkembangan Mita.

Sunarto pun sudah menganggap Mita seperti anak sendiri. Dia membelikan keperluan sekolah Mita agar semangat gadis itu kembali muncul.

“Saya awalnya kaget melihat perkembangan kesembuhan Mita. Dia sangat semangat untuk sembuh. Hingga saat ini sudah bisa berjalan dengan normal. Saya sangat senang melihat semangat Mita,” tutur Sunarto.

Melihat semangat Mita untuk belajar kembali kuat, Sunarto pun berjanji akan selalu memberi dukungan kepada Mita, membantu Mita melanjutkan sekolah ke jenjang SMP di Pekanbaru.

“Ini harus didukung. Mengembalikan masa depan Mita. Saya berharap Mita tekun belajar supaya tercapai cita-citanya menjadi seorang dokter,” ujar Sunarto.

Sementara itu, Mita mengaku banyak terbantu. Dia pun berjanji akan terus semangat menggapai cita-citanya menjadi dokter.

“Saya tidak akan melupakan kebaikan ini. Semoga Allah membalas kebaikan Om Sunarto. Saya akan terus kejar cita-cita menjadi dokter supaya bisa bantu orang juga,” kata Mita. (*/jpnn)


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Rizki Ganda Marito

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler