Kisah Pasien Sembuh dari COVID-19 di Kediri tentang Proses Perawatannya

Kamis, 23 April 2020 – 23:52 WIB
Dua pasien sembuh dari virus corona yang dirawat di RSUD Gambiran, Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (23/4/2020). Foto: ANTARA Jatim/ istimewa

jpnn.com, KEDIRI - Pasien yang sudah dinyatakan negatif dari corona asal Kota Kediri, Jawa Timur, mengungkapkan tentang proses perawatan dirinya yang dari awalnya positif hingga kemudian dinyatakan berhasil sembuh atau negatif COVID-19.

"Saya tak bisa berkata apa-apa. Terima kasih sudah merawat saya sampai sembuh. Semoga Allah membalas kebaikan semua pegawai rumah sakit ini," kata FT (49), pasien sembuh, warga Kediri, Kamis.

Selain FT, pasien lainnya adalah TR (42), juga sangat senang setelah dinyatakan negatif corona. Ia mengatakan, selama dirawat di RSUD Gambiran, Kota Kediri, kesehatan serta gizi makanan diutamakan.

"Selama di sini saya dirawat dengan sangat baik oleh para petugas. Mulai gizi makanan sampai perawatan medis, semua dilakukan sangat baik," kata TR.

FR maupun TR mengaku tidak akan pernah melupakan momen ini, dimana mereka sempat dinyatakan terinfeksi virus corona. Mereka juga meminta kepada masyarakat untuk selalu menjaga diri dan keluarga, karena virus ini bisa menyerang siapa saja.

FT dan TR mulai dirawat di RSUD Gambiran, Kota Kediri sejak 10 April 2020. Keduanya merupakan klaster dari pelatihan haji di asrama Sukolilo Surabaya.

Kendati mereka sudah dinyatakan sembuh dan diizinkan pulang, mereka tetap dianjurkan untuk mengenakan masker.

Dalam proses pemulangan, keduanya mendapatkan salam perpisahan yang sangat baik.

BACA JUGA: Hamdalah, 18 Pasien Positif COVID-19 di Karawang Dinyatakan Sembuh

 

Selain menerima ucapan selamat sembuh dari para tenaga medis yang merawatnya, FT dan TR juga diberikan karangan bunga sebagai tanda mata dari seluruh staf RSUD Gambiran Kota Kediri.

Direktur RSUD Gambiran Kota Kediri dr Fauzan Adima mengatakan pemberian kehormatan kepada para pasien COVID-19 yang sudah sembuh ini untuk menyemangati mereka setelah berjuang melawan virus.

BACA JUGA: Update Corona 23 April: Data Pasien Sembuh Meningkat, Tapi Jumlah ODP dan PDP Mengerikan

 

Selain itu, proses perawatan yang panjang hingga mencapai kesembuhan turut membentuk ikatan emosional antara pasien dengan para perawat dan dokter di ruang isolasi.

"Kita bisa bayangkan saat semua orang menjauhi mereka, para perawat dan dokter justru mendekat dan merawat dengan tulus. Risikonya menjadi sama. Karena itu, kesembuhan ini adalah perjuangan bersama antara pasien dan tenaga medis," kata Fauzan Adima.

Fauzan berharap dengan kesembuhan pasien yang sebelumnya dinyatakan positif corona tersebut akan menambah optimistis di masyarakat dalam melawan COVID-19, dengan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pasien yang sembuh ini juga diminta menjadi duta kesehatan untuk mengajak orang di sekitarnya mematuhi ketentuan pemerintah.

"Saya menyampaikan hormat dan terima kasih sebesar-besarnya kepada tenaga medis maupun nonmedis di RSUD Gambiran Kediri. Tetap semangat karena beban kesehatan masyarakat ada di pundak kita," kata Fauzan Adima.

Di Kota Kediri, data per Kamis (23/4), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 197, pasien dalam pengawasan sembilan orang, dan yang terkonfirmasi tujuh orang, dimana tiga dirawat dan empat sisanya sudah dinyatakan sembuh.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler