Kisah Perjuangan Luther Melistriki Pulau Alor, Kapal Nyaris Terbalik

Selasa, 17 Mei 2022 – 16:43 WIB
Pegawai PLN menemui banyak tantangan saat harus melistriki pulau terpencil. Foto dok PLN

jpnn.com, ALOR - Semangat dan komitmen PLN dalam melistriki negeri tergambar dari upaya para petugas lapangan yang siap menghadapi berbagai tantangan.

Salah satunya yakni daerah Alor, Nusa Tenggara Timur. Alor, merupakan Kabupaten Kepulauan yang memiliki 17 buah pulau kecil di sekitarnya, termasuk daerah dataran tinggi dengan 60 persen wilayahnya berbukit, bergunung, dan memiliki jurang yang cukup terjal.

BACA JUGA: PLN Sinari Monumen Pahlawan Nasional Ibu Agung Fatmawati Soekarno

Akses jalan juga masih banyak yang belum beraspal.

"Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi PLN untuk melistriki pelosok negeri terkhusus di Alor," ujar Teknisi Konstruksi Listrik Pedesaan PLN, Luther Simon Rufus Tubulau.

BACA JUGA: Dituding Pelakor Oleh Medina Zein, Zhania Ungkap Hubungannya dengan Lukman Azhari

Akses untuk menuju ke Alor bisa dicapai dengan menggunakan pesawat terbang dari Ibukota NTT yakni Kupang dengan waktu tempuh sekitar 60 menit.

Menuju Alor juga bisa menggunakan kapal penyeberangan yang memakan waktu selama 9 jam perjalanan. Tugas Luther tidaklah sepele.

BACA JUGA: Digitalisasi Era Jokowi Memacu Pemda Meluncurkan Berbagai Inovasi

Dia harus memastikan pekerjaan konstruksi jaringan listrik yang sedang dibangun sesuai standar dan bisa beroperasi dengan baik untuk menyuplai kebutuhan listrik ke depannya.

Luther menjelaskan, pekerjaannya dimulai dari survei lokasi yang akan dibangun jaringan listrik, menggambar sketsa jaringan listrik, melakukan pematokan dan berkoordinasi dengan stakeholder di lokasi, hingga mengawal pekerjaan pembangunan listrik sampai selesai dan disambung ke pelanggan.

Luther menyadari bahwa ini sudah menjadi kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai seorang pejuang kelistrikan.

Dirinya pun mengaku sempat merasa kesulitan untuk beradaptasi lantaran banyak hal harus dipelajari dalam mengawasi pekerjaan.

Faktor utamanya adalah medan yang menantang dan akses yang cukup sulit.

“Terkadang saya juga terpaksa menginap dan tidur di rumah warga setempat karena tidak memungkinkan untuk bekerja bolak-balik mengawasi setiap saat," ucap Luther.

Luther pun mencontohkan tantangan lain dalam melistriki wilayah Alor.

Saat itu, sewaktu pekerjaan di daerah kepulauan menggunakan kapal motor, tepatnya di Pulau Treweng berjarak 2 jam perjalanan dari Kota Kalabahi, kapal hampir terbalik karena dampak cuaca yang tidak bersahabat.

"Syukur, Tuhan masih sayang saya waktu itu, sehingga masih ada rasa trauma yang membekas jika mengingat kembali kisah itu," kenang Luther.

General Manager PLN Unit induk Wilayah Nusa Tenggara Timur Agustinus Jatmiko mengapresiasi pegawai PLN NTT, yang ditugaskan di Pulau Alor untuk membangun jaringan listrik desa.

"Seorang pegawai yang masih muda dengan dedikasi dan loyalitasnya sebagai putra daerah, saya bangga kepada Luther Tubulau ini dan saya yakin pegawai PLN lainnya juga mempunyai antusiasme yang sama karena PLN menerapkan budaya “AKHLAK” dalam melaksanakan tugas pelayanan," ujar Agustinus.

Agustinus menambahkan, Kabupaten Alor ini salah satu kabupaten yang kondisi geografis  dan infrastruktur cukup menantang.

“Harus diakui, butuh usaha ekstra ketika melistriki desa-desa di Alor seperti yang dilakukan oleh Luther Tubulau, seorang pegawai PLN yang masih muda dengan dedikasi dan loyalitasnya sebagai putra daerah,” ungkap Jatmiko.

Dirinya juga menjelaskan sejak 2018, PLN telah berhasil melistriki 44 desa terpencil di Provinsi NTT.

"Meski penuh tantangan, kami akan terus berupaya melistriki wilayah-wilayah terpencil," seru Jatmiko.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sederet Manfaat Tak Terduga Minum Air Hangat, Nomor 12, 14 dan 16 Bikin Takjub


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Yessy Artada, Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler