Bendigo, sebuah kota kecil di Victoria nyaris kehilangan reputasinya karena serangkaian unjuk rasa menentang pembangunan masjid pertama di kota tersebut. Upaya keras dilakukan oleh komunitas warga agar Bendigo tetap menjadi tujuan kunjungan turis lokal dan asing.

Bendigo adalah kota kecil di negara bagian Victoria yang bisa ditempuh dengan menyetir selama dua jam.
Balaikota Bendigo. Foto: Flickr, Tim Gillin

BACA JUGA: AL Australia Sita 427kg Heroin di Samudra Indonesia

Kota ini memiliki nilai sejarah tersendiri, karena kota ini didirikan saat negara bagian Victoria mengalami era emas yang booming di pertengahan tahun 1800-an.

Tak heran jika kota ini memiliki banyak gedung-gedung cantik bergaya Victoria dan Eropa, yang kini menjadi museum, galeri seni, hotel, dan tempat-tempat lainnya.

BACA JUGA: Pengadilan Australia Tetapkan Gen Kanker Payudara Tak Bisa Dipatenkan

Kota ini sudah lama menarik pengunjung, yang tidak hanya berasal dari Australia tetapi juga mancanegara.

Sayangnya, Bendigo menjadi ramai dibicarakan oleh media setelah sekelompok orang menentang rencana pembangunan masjid pertama di kota tersebut.

BACA JUGA: Dosen Hukum di Canberra Diadili Karena Diduga Berbuat Tak Senonoh Terhadap Mahasiswa

Sementara itu, mayoritas warga Bendigo merasa tidak punya masalah jika Bendigo akan memiliki masjid, untuk menampung sekitar 300 umat Muslim.

Dalam beberapa waktu terakhir, beberapa media di Australia seolah menggambarkan situasi di Bendigo sebagai sesuatu yang mengancam, terlebih setelah terjadi bentrokan dalam beberapa aksi unjuk rasa. 

"Ada pengamanan, polisi yang datang, ada perasaan sedih yang menyelimuti hampir seluruh pelosok kota," ujar Lisa Chesters, salah satu warga Bendigo kepada Andrew Bell untuk program Australia Wide yang disiarkan ABC.

"Saya kemudian melihat bisnis-bisnis kecil yang ada di kota ini dan bertanya-tanya apa yang akan terjadi kepada mereka?"

Tapi warga pun tidak tinggal diam. Mereka aktif mencari dukungan untuk menyelamatkan reputasi Bendigo sebagai kota yang ramah. Salah satu tujuannya pun adalah untuk menjaga sektor bisnis di kota tersebut.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan membuat sebuah halaman Facebook yang aktif mengajak warga, baik dari dalam maupun luar Bendigo, untuk tetap membeli produk-produk lokal dan berkunjung ke Bendigo.

Upaya ini mendapat sambutan dari Peter Cox, Walikota Bendigo.

"Ini menjadi pesan penting bahwa Bendigo adalah tempat yang menerima [siapapun]. Kami sudah terbukti melakukannya selama 160 tahun," tegas Cox.

Kisah dari Bendigo ini seolah menjadi pelajaran bagi komunitas dan kota-kota lain soal pentingnya kebersamaan warga dalam menanggapi serangan pencitraan buruk, yang kerap dilancarkan oleh pihak-pihak tertentu, termasuk media.

Tonton seperti apa kisah perjuangan Bendigo dalam menjaga reputasinya disini.

BACA ARTIKEL LAINNYA... Lima Orang Ditangkap Terkait Penembakan di Kantor Polisi di Sydney

Berita Terkait