KLHK Bantu Masyarakat Terdampak Bencana Banjir dan Tanah Longsor di Desa Harkatjaya

Jumat, 03 April 2020 – 08:48 WIB
Bencana tanah longsor. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, BOGOR - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan bantuan kepada masyarakat dan Ponpes Nurul Hikmah, Desa Harkatjaya, Kecamatan Suka Jaya, Bogor yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor tanggal 25 Maret 2020.

Adapun bantuan yang diberikan yakni berupa paket sembako dan kebutuhan lainnya seperti pakaian, selimut, tikar, buku tulis, pembalut, pampers, sabun cuci, dan berbagai jenis makanan.

Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Direktur Perbenihan Tanaman Hutan Ditjen PDASHL KLHK Mintarjo, didampingi jajaran BPDASHL Citarum Ciliwung Taruna Jaya pada Kamis (2/4).

Bantuan diterima oleh Kepala Desa Harkatjaya H Soleh dengan disaksikan Danposmil Sukajaya Serma Admin, Babinsa Harkatjaya Kopka Arens, dan BPBD Bogor M. Adam, serta Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Muhammad Kosasih.

"Menteri LHK dan seluruh jajaran menyampaikan empati yang dalam atas apa yang menimpa dan dirasakan warga Desa Harkatjaya dan Ponpes Nurul Hikmah atas dampak bencana yang terjadi seraya mendoakan semoga bencana yang terjadi adalah bencana yang terakhir,” kata Mintarjo dalam keterangannya, Jumat (3/4).

Menurut dia, KLHK juga berusaha membantu mengomunikasikan dengan instansi pemerintah lainnya untuk membantu mengatasi permasalahan dan dampak bencana yang terjadi.

"Saya mengajak warga Desa, karang taruna, siswa sekolah, dan aparatur pemerintah di tingkat desa dan kecamatan, melalui kepeloporan TNI melakukan gerakan penanaman pada lahan-lahan dengan kemiringan lereng yang curam," teranf Mintarjo.

Untuk memenuhi kebutuhan gerakan penanaman dimaksud, KLHK memberikan bantuan bibit dalam bentuk Kebun Bibit Desa (KBD) yang diberikan secara gratis kepada masyarakat.

"Diharapkan bantuan yang diberikan dapat segera dibagikan kepada warga dan pondok pesantren yang terdampak bencana dengan koordinasi oleh kepala desa bersama-sama Danposmil, Babinsa, dan petugas BPBD," kata Mintarjo.

Mintarjo pun mengimbau seluruh warga Harkatjaya dan sekitarnya, terutama pada bagian hulu daerah aliran sungainya untuk dapat mengelola lahan secara lebih bijaksana, sesuai dengan karakter lahannya.

"Wilayah Desa Harkat Jaya dengan lereng yang curam, curah hujan yang tinggi, solum tanah yang tebal, dengan sifat tanah yang remah, sangat rawan terjadinya tanah longsor. Sehingga, budidaya tanaman tahunan yang diselang-seling dengan rumput vetifer, serta didukung dengan bangunan konservasi tanah dan air untuk memperkuat stabilitas lereng pada bagian jurang,” tandas Mintarjo.(cuy/jpnn)

BACA JUGA: Di Garut, Satu Rumah Tertimbun Tanah Longsor


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler