KLHK Membahas Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Lewat Pemanfaatan Limbah B3

Jumat, 08 Desember 2023 – 16:26 WIB
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Limbah Berbahaya dan Beracun PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati saat membahas pengurangan emisi GRK dari pemanfaatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB atau United Nation Climate Change Conference (COP-28, UNFCCC) pada Conference Of The Parties 28 di Dubai tepatnya di Pavillion Indonesia, Kamis (7/12). Foto: Humas KLHK

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendukung target Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia dalam upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Oleh karena itu, di sela-sela Konferensi Perubahan Iklim PBB atau United Nation Climate Change Conference (COP-28, UNFCCC) pada Conference Of The Parties 28 di Dubai pada Kamis (7/12), tepatnya di Pavillion Indonesia membahas pengurangan emisi GRK dari pemanfaatan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3).

BACA JUGA: PPLI dan Pemkot Batam Gencarkan Sosialisasi Pengolahan Limbah B3 Sesuai Regulasi

Sesuai NDC, Indonesia akan menurunkan emisi GRK pada tahun 2030 sampai 29 persen bahkan dengan dukungan kerja sama dengan negara sahabat akan mencapai 41 persen.

Indonesia bahkan meningkatkan target pengurangan emisi GRK menjadi 31,89 persen dan 43,2 persen dengan dukungan kerja sama.

BACA JUGA: APK3L, Dinas LHK dan PPLI Gelar Sosialisasi Kewajiban Pengolahan Limbah B3 di Tangerang

Hal ini tercantum dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (ENDC) yang diserahkan kepada United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) pada tanggal 23 September 2022.

Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) KLHK mengembangkan pengelolaan LB3 ke arah ekonomi sirkular dan pengurangan emisi GRK.

BACA JUGA: Erma PKB Dukung Peran Pertamina Geothermal Energy Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca

Hal ini dimaksudkan bukan hanya untuk mengatasi Limbah B3, tetapi juga untuk memanfaatkan nilai ekonomi limbah B3 serta mendukung pencapaian ENDC.

Sebanyak tiga pembicara berasal dari 3 (tiga) perusahaan yang berbeda bisnis menyampaikan capaian mereka dalam melakukan pengurangan emisi GRK melalui pemanfaatan Limbah B3.

Pada tahun 2022, PT. Petrokimia Gresik melakukan pemanfaatan limbah fly ash dan bottom ash sebagai pupuk dan berhasil mengurangi emisi GRK sebesar 998,22 ton CO2e dengan nilai ekonomi Rp. 10 M.

Sedangkan PT. Inalum sebagai perusahaan pengelola Aluminium secara terintegrasi menggunakan energi terbarukan sampai 96 persen dari kebutuhan operasi dan berhasil mengurangi emisi GRK sevesar 2.27,61 ton CO2e.

Kemudian, PT. Prasadha Pamunah Limbah Indonesia (PPLI) yang merupakan pengelola Limbah B3 telah melakukan praktik pengelolaan limbah B3 yang ramah lingkungan sehingga dapat mengurangi emisi GRK sebesar 30.651 ton CO2e.

Dalam diskusi itu, tiga presenter adalah perempuan salah satunya adalah Direktur Jenderal PSLB3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati.

Direktur LB3 Achmad Gunawan mengatakan perempuan banyak berperan penting dalam pengelolaan limbah B3.

Limbah B3

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan Limbah Berbahaya dan Beracun PSLB3) Rosa Vivien Ratnawati menjelaskan berdasarkan laporan IGRK tahun 2021, emisi GHG pada sektor energi  44 persen,  sektor kehutanan 32,8 persen, sektor limbah 9,7 persen, pertanian 8,8 persen dan sektor industri 4,4 persen.

Lebih lanjut, dia menjelaskan emisi GRK dari Limbah B3 merupakan terbesar ketiga dari sektor limbah dengan total emisi 128.100 Gg CO2 e yang berasal dari pemanfaatan LB3 sebagai substitusi sumber energi, pengolahan insinerator, serta landfill yang dapat menghasilkan emisi Carbon Dioxida (CO2) dan Gas Methan (CH4).

Salah satu pendekatan yang perlu dilakukan adalah “ekonomi sirkular” selain 3R, reduce, reuse, dan recycle serta konservasi sumber daya alam.

Melalui Sirkuler ekonomi dilakukan ektraksi limbah B3 yang kemudian digunakan kembali dalam proses produksi sehingga selain dapat menekan penggunaan material juga meningkatkan nilai tambah produksi ataupun sebagai energi.

Berdasarkan data yang dimiliki PSLB3 bahwa dalam Tahun 2022 dari 6.965.909 ton Limbah B3 yang ada, 71 persen telah dimanfaatkan kembali dengan nilai pemanfaatan sebesar kurang lebih Rp 17 triliun yang berasal dari pemanfaatan Limbah B3, subtitusi bahan baku, solven recovery, produk pertanian, metal, copper, kertas, oil serta bahan kimia.

Pemanfaatan Limbah B3 selain dapat menurunkan emisi GRK, mendukung ekonomi sirkular, juga dapat mencegah dampak terhadap lingkungan.

Dirjen Rosa berharap kegiatan ini dapat menginspirasi seluruh pelaku usaha untuk melakukan langkah konkret dalam optimalisasi pemanfaatan limbah untuk mencapai pengurangan emisi Gas Rumah Kaca dan Ekonomi Sirkular.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler