Klutuk PDIP Tantang AHY Berdebat soal Infrastruktur Era Jokowi dan SBY

Sabtu, 17 September 2022 – 02:00 WIB
Ketua Umum Repdem Wanto Sugito alias Bung Klutuk. Foto: DPP PDIP.

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Umum Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) Wanto Sugito menantang Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono berdebat soal perbandingan capaian bidang infrastruktur zaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Tantangan Wanto itu sebagai respons atas pernyataan AHY -panggilan beken Agus- tentang pemerintahan Jokowi tinggal meresmikan proyek-proyek yang dicanangkan saat SBY masih sebagai presiden.

BACA JUGA: Peringatkan Pengusung Ide Tunda Pemilu, Wanto Repdem: Jangan Curi Hak Rakyat Berdemokrasi

“Saya sangat menyayangkan bagaimana mungkin seorang ketua umum seperti AHY berpidato tanpa basis data,” ujar Wanto, Jumat (16/9).

Ketua DPC PDI Perjuangan Tangerang Selatan itu menyatakan rakyat makin cerdas dalam mencatat tinggalan SBY. Misalnya, proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang yang mangkrak.

BACA JUGA: Senam Sicita di Tangsel Berlangsung Meriah, Bung Klutuk Ingin Kader PDIP Tetap Sehat

Selain itu, proyek tersebut juga sarat korupsi. Wanto menyebut korupsi proyek Hambalang melibatkan para elite Partai Demokrat.

Kluthuk -panggilan akrab Wanto- juga menyodorkan contoh lain soal proyek mangkrak warisan SBY, yakni pembangunan pembangkit 10 ribu megawatt.

BACA JUGA: Kumpulkan Ratusan Kader, Bung Klutuk Ingin Tangsel Cetak Sejarah Baru untuk PDIP

Menurutnya, berbagai proyek mangkrak itu memperlihatkan SBY saat berkuasa hanya menampilkan angan-angan tanpa realisasi.

“Jadi, saya siap berdebat dengan AHY, memperbandingkan prestasi kinerja pembangunan infrastruktur antara SBY dan Presiden Jokowi,” kata Wanto.

Mantan wartawan itu mengatakan sah-sah saja bagi AHY membanggakan capaian pemerintahan SBY. Namun, Wanto mempersoalkan isi pernyataan AHY yang tidak didukung data.

“Berpidato politik hanya sebagai retorika tanpa data adalah pembodohan publik,” tuturnya.

Menurut Wanto, jika klaim AHY tersebut benar tentu Partai Demokrat memenangi Pemilu 2014. Faktanya, katanya, suara partai besutan SBY itu anjlok dari kisaran 20,9 persen pada Pemilu 2009 menjadi 10,1 persen pada pesta demokrasi 2014.

Wanto justru mengaku kasihan dengan AHY. “Model politiknya lebih besar pasak daripada tiang. Orasinya tanpa data dan lebih menampilkan retorika politik daripada fakta,” kata Wanto.

Sebelumnya AHY memantik polemik saat berpidato pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat di Jakarta, Kamis (15/9). Menurutnya, sebagian besar proyek infrastruktur yang diresmikan di era Jokowi telah dimulai saat SBY masih duduk kursi kepresidenan. (tan/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Waktu Tinggal Sebentar, Bung Klutuk Ingin PDIP Rebut Kemenangan di Tangsel


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Wanto Sugito   Klutuk PDIP   PDIP   AHY   SBY   Jokowi  

Terpopuler