KMSN Genjot Korporasi Pertanian Melalui Program Tani Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2020 – 18:38 WIB
Syauqi Ma’ruf Amin melakukan launching program Taman Nusatera di Desa Kambilu Kecamatan Wawo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Foto: Dok Pri

jpnn.com, JAKARTA - Koperasi Mitra Santri Nasional (KMSN) merespons keinginan Presiden Joko Widodo alias Jokowi tentang pembentukan korporasi petani dan nelayan di setiap provinsi.

KMSN sudah meluncurkan program Tani Mandiri Nusa Tenggara Barat (Taman Nusatera) beberapa waktu lalu.

BACA JUGA: KMSN All Out Menyejahterakan Petani Indonesia

Ketua Dewan Penasihat KMSN Sauqi Ma'ruf Amin mengatakan, Taman Nusatera merupakan role model korporasi pertanian yang dikembangkan pihaknya.

Peluncuran dihadiri ribuan petani binaan KMSN yang didukung beberapa BUMN dan perusahaan swasta.

BACA JUGA: Tingkatkan Kesejahteraan Petani Tanaman Obat, Menko PMK: Akan Ada Korporasi Khusus 

BUMN yang telah menyatakan komitmennya ialah BNI 46 melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Petani dan Peternak, Jasindo melalui Asuransi Usaha Tani Jagung (AUTP) dan Ternak Sapi, serta Pupuk Kaltim melalui penyediaan Pupuk Non Subsidi.

Pihak swasta yang hadir antara lain dari PT BISI Internasional dengan produk benih jagung varietas unggulnya, PT Bayer.

Program Manager Taman Nusatera Yusuf Mansur mengatakan, pihaknya akan mendampingi petani binaan KMSN dengan seluruh pihak terkait.

Pihaknya akan membangun fasilitas pascapanen di Kabupaten Bima untuk mendukung petani binaan mengelola hasil panen.

“Harapannya hasil panen petani akan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional,” kata Yusuf, Jumat (9/10).

Hal ini dilakukan oleh KMSN karena permintaan komoditas jagung di pasar internasional masih sangat besar.

Selain itu, peluang bisnisnya cukup menjanjikan, terutama di wilayah Nusa Tenggara Barat yang memang menjadi salah satu lumbung jagung nasional.

General Manager KMSN, Farid S Zuhri menyatakan, setelah launching Taman Nusatera di Pulau Sumbawa, KMSN akan segera menggenjot korporasi pertanian di provinsi lainnya.

“Sejak awal tahun tercatat beberapa provinsi sudah mempersiapkan program Tani Mandiri, antara lain Provinsi Banten, Jabar, Jatim, Kaltim dan Sulawesi Tenggara” Kata Farid

Farid berharap program Tani Mandiri Nusantara membuat kesejahteraan para petani akan dapat terangkat melalui intensifikasi produk pertanian maupun tata kelola perniagaan hasil panen petani.

Sebab, kata Farid, kesejahteraan petani berbanding lurus dengan ketahanan pangan nasional.

Dia menambahkan, KMSN tidak hanya membantu menjual hasil panen para petani, tetapi juga mengedukasi petani tentang pentingnya menjaga dan melestarikan hutan.

Langkah selanjutnya yang akan ditempuh ialah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Nusa Tenggara Barat untuk mencari titik sungai bawah tanah dalam perencanaan infrastruktur pendukung pengairan.

“Dengan adanya irigasi tertutup melalui jaringan perpipaan petani akan dapat bercocok tanam tidak hanya pada musim hujan dan hanya satu komoditas tertetu,” pungkas Farid. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
pertanian   nelayan  

Terpopuler