Kok Bisa Lionel Messi Kebagian Ballon d'Or 2019? Juara Apa Dia?

Selasa, 03 Desember 2019 – 07:17 WIB
Lionel Messi. Foto: EFE

jpnn.com, PARIS - Superstar Barcelona asal Argentina Lionel Messi mengukir rekor baru setelah dipercaya mendapat penghargaan Ballon d'Or 2019. Messi, menjadi pemain pertama di jagat ini yang sudah enam kali kebagian gelar individu tersebut.

Messi 'mengalahkan' Virgil van Dijk (Liverpool) dan Cristiano Ronaldo (Juventus) yang harus puas di tempat kedua dan ketiga.

BACA JUGA: Lionel Messi jadi Playmaker Terbaik 2019

Sebelumnya, Messi juga memenangi Ballon d'Or pada 2009, 2010, 2011, 2012 dan 2015. Dia telah melewati koleksi milik Cristiano Ronaldo (2008, 2013, 2014, 2016, 2017), Michel Platini (1983, 1984, 1985), Johan Cruyff (1971, 1973, 1974) atau Marco van Basten (1988, 1989, 1992).

Namun, kenapa tahun ini harus Messi memenangi ajang yang pertama kali digelar pada 1956 itu? Dia gagal membawa Barcelona juara Liga Champions. Hancur bersama Argentina di Copa America. Kenapa bukan Virgil van Dijk yang sukses membawa timnya juara Champions League.

BACA JUGA: Fede Valverde Lebih Mahal Ketimbang Lionel Messi

Pada 54 penampilannya tahun ini, Messi sudah mencetak 46 gol dan menciptakan 17 assist yang untuk Barca sendiri sudah mencatat 41 gol dan 15 assist dari 44 pertandingan, termasuk tujuh kali mencetak dua gol dalam satu pertandingan dan tiga kali hatrik.

"Sepertinya dia itu (makhluk planet lain) ekstraterestrial. Setiap kali dia membawa bola hal-hal luar biasa tercipta," kata pelatih Barcelona Ernesto Valverde.

BACA JUGA: Lihat Gol Messi yang jadi Pembeda Duel Atletico Vs Barcelona

Ah! Itu sudah biasa. Messi memang jago untuk urusan membawa bola, punya banyak jurus ajaib memukau lawan.

Musim pertama Messi sebagai kapten Barcelona, mengantarkan klubnya kepada gelar juara La Liga tiga kali berturut-turut dan dia mencetak gol penentu kemenangan yang memastikan Barca juara liga saat menang 1-0 melawan Levante.

Dia juga merebut Trofi Pichichi keenamnya sebagai pencetak gol terbanyak divisi elite Spanyol berkat 36 gol dari 34 pertandingan.

Namun, Messi dan Barca gagal menyingkirkan Liverpool di semifinal Liga Champions, meski unggul 3-0 di pertemuan pertama, yang dua gol di antaranya dicetak Messi.

Mereka kemudian ditekuk Valencia pada final Copa del Rey, ketika Messi menciptakan sebuah gol pelipur lara, tetapi suara dialah yang paling keras membela pelatih Valverde.

Messi juga memimpin di lapangan, khususnya selama pertandingan-pertandingan pertama musim ini dengan mencetak 16 gol dari 12 laga ketika Barcelona kompak mempertahankan catatan kemenangan berturut-turutnya. "Liga ini punya satu nama untuk diingat," tulis koran Diario Sport.

Messi jugalah yang mencetak rekor hat-trick ke-50 selama kariernya ketika Barca menang 4-2 melawan Sevilla dan pada April, hat-trick lainnya tercipta yang diawali dari tendangan bebas ke sudut gawang lawan dengan diakhiri sapuan cantik dari tepi kotak penalti yang begitu indah sampai-sampai pendukung Real Betis yang menjadi lawannya serentak berdiri bertepuk tangan menghormatinya.

Ketika ditanya mengenai reaksi penonton itu, Messi menjawab, "Sejujurnya saya tak mengingat apa pun seperti itu."

Golnya itu dicalonkan sebagai pemenang penghargaan Puskas Award dari FIFA yang calonnya ada sepuluh gol. "Saya tak pernah melihat seorang pemain pun seperti Messi dalam sejarah sepak bola," kata pelatih Betis Quique Setien. "Gol dia adalah hal yang bisa Anda ciptakan saat main Playstation."

Setelah menuntaskan Liga Champions sebagai pencetak gol terbanyak dengan 12 gol dan mengoleksi Sepatu Emas keenamnya dengan rekor tiga tahun berturut-turut, Messi bergabung dengan timnas Argentina demi Copa America, turnamen yang mengawali frustrasi tiga bulan untuk pemain berusia 32 tahun itu.

Messi diusir ke luar lapangan saat melawan Chile dalam perebutan tempat ketiga dan komentarnya mengenai wasit memicu dia diskors tiga bulan tak boleh bertanding dalam sepak bola internasional.

Kembali ke Barcelona seharusnya menjadi obat bagi dia tetapi Messi malah diserang cedera betis pada hari pertama pramusim sebelum mengalami cedera paha yang membuatnya tak bisa lagi bermain reguler sampai Oktober.

Dia menebus masa lowong itu dengan mencetak enam gol dari lima pertandingan dan kemudian sebuah hat-trick rik ke gawang Celta Vigo, kali ini menciptakan treble dari set-piece yang masing-masing dua dari tendangan bebas dan satu dari tendangan penalti. Itu adalah hatrik ke-34 dia di La Liga, menyamai catatan Ronaldo di liga elite Spanyol tersebut.

Tendangan bebas berubah menjadi senjata mematikan Messi dan peningkatannya makin membuktikan dia pemain yang punya banyak keterampilan ketika dia bahkan dianggap memasuki masa-masa senja.

"Sudah jelas bahwa ketika pertandingan hampir selesai kami punya keuntungan karena punya pemain terbaik di dunia dan penyepak tendangan bebas terbaik di dunia," kata gelandang Barca Sergio Busquets.

Tonggak besar lainnya tercipta akhir November ketika gol dan dua assist-nya saat menang 3-1 atas Borussia Dortmund bertepatan dengan penampilan ke-700-nya bersama Barcelona. Pada Minggu, dia mencetak gol penentu kemenangan 1-0 atas Atletico Madrid.

Barcelona menegaskan bahwa mereka berencana menyalin kepensiunan Messi yang ditakutkan klub ini, tetapi sejujurnya nomor 10 mereka tak bisa tergantikan siapa pun.

Dia belum memenuhi beberapa ambisinya, termasuk trofi berikutnya Liga Champions, belum termasuk trofi turnamen besar yang sulit sekali diraihnya bersama Argentina. Terlepas itu semua, Messi belumlah selesai. (AFP/antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler