Kok Nama Puti Guntur Bisa Muncul? Begini Ceritanya

Rabu, 10 Januari 2018 – 23:29 WIB
Sekjen PDIP Hasto Kristiyan (paling kiri) bersama Saifullah Yusuf, Puti Guntur Soekarno dan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah. Foto: istimewa for JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memasangkan keponakannya, Puti Guntur Soekarno dengan Saifullah Yusuf pada Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) cukup mengejutkan banyak pihak. Meski nama Puti memang sempat disebut-sebut menjadi pengganti Azwar Anas sebagai jago PDIP di Pilgub Jatim, keputusan Megawati itu tetap mengejutkan.

Pertanyaan yang muncul adalah siapa pihak yang berinisiatif menyodorkan nama cucu Proklamator RI Soekarno itu sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPP PDI Perjuangan Bambang DH pun enggan membeberkannya secara spesifik.

BACA JUGA: Mau Tahu Bagaimana Puti Guntur Soekarno di Mata Gus Ipul?

Menurut Bambang, munculnya nama Puti tidak tiba-tiba. "Ya melalui kajian-kajian lewat berbagai survei," ujarnya usai menghadiri ulang tahun ke-45 PDIP di JCC Senayan, Jakarta, Rabu (10/1).

Apakah hanya berdasar survei? Bambang berkelit.

BACA JUGA: Puti Guntur Soekarno Bisa Andalkan Nama Besar Kakeknya

"Banyak ya sumber, tapi aku gak bisa buka sumber yang ada karena menyangkut dapur kami. Saya tugasnya mengumpulkan bahan, sebenarnya porsi menyajikan bukan porsi saya," ucap mantan wali kota Surabaya ini.

Menurut Bambang, keputusan PDIP mengusung Puti juga tak terlepas dari strategi untuk memecah suara pemilih perempuan. Sebab, Saifullah Yusuf dipastikan bakal head to head melawan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

BACA JUGA: Ini Alasan Bu Mega Tunjuk Kemenakannya Dampingi Gus Ipul

"Sebetulnya saya hanya membenarkan saja, kalau itu tidak diperlukan maka konyol. Yang pasti semua aspek diperhitungkan," pungkasnya.

Ditanya soal pengalaman Puti di birokrasi, Bambang mengatakan bahwa mayoritas calon kepala daerah juga tak mengetahuinya. Tapi jika kelak Puti sudah masuk ke wilayah birokrasi, kata Bambang, pasti akan bisa menerjemahkan ideologi partai secara baik.

Bambang lantas mencontohkan Wali Kota Blitar Muhammad Samanhudi Anwar. Latar belakang Samanhudi adalah akademisi.

“Siapa yang kemudian mengira dia bisa. Enggak punya pengalaman sebelumya. Jadi akhirnya kami percaya, kami usulkan menjadi wali kota,"  jelas Bambang.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dukung Khofifah, PAN Berseberangan dengan Gerindra dan PKS


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler