Komisi V Dorong Percepatan Infrastruktur Bolaang Mongondow

Rabu, 20 September 2017 – 13:47 WIB
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Michael Wattimena saat pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow dan jajaran Forkompimda Bolaang Mongondow di Kantor Bupati Bolaang Mongondow, Sulut, Jumat (15//9). Foto: Humas DPR

jpnn.com, BOLAANG MONGONDOW - Komisi V DPR RI mendorong infrastruktur Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Pasalnya, dengan berbagai potensi yang ada, Bolaang Mongondow bisa menjadi daerah yang lebih berkembang. Kebutuhan infrastruktur dan perhubungan dibutuhkan untuk percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Bolaang Mongondow.

 
Demikian dikatakan Wakil Ketua Komisi V DPR RI Michael Wattimena saat pertemuan dengan Bupati dan Wakil Bupati Bolaang Mongondow, Ketua DPRD Bolang Mongondow, serta mitra kerja Komisi V DPR RI di Kantor Bupati Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, Jumat (15/9/2017).
 
“95 persen infrastruktur bandara sudah dipersiapkan oleh Pemkab Bolaang Mongondow. Kami harapkan, pelabuhan laut menjadi perhatian. Kebutuhan Rusunawa untuk ASN juga sangat perlu sekali. Kemudian jembatan, serta infrastruktur air bersih diharapkan menjadi perhatian pemerintah," kata Michael.
 
Politikus F-PD itu menekankan pentingnya pembangunan bandara di Bolaang Mongondow, mengingat perjalanan dari Manado mencapai 3-4 jam perjalanan darat. Apalagi jika lalu lintas sangat padat, maka waktu tempuh perjalanan akan semakin lama.
 
Anggota Komisi V DPR RI Nurhayati menambahkan, Bolaang Mongondow memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Namun kabupaten ini miskin. Berarti ini ada kesalahan pengelolaan dan sudah lama ditinggalkan oleh pemerintah pusat.
 
"Bandara juga perlu segera dibangun, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat meningkat. Kehadiran bandara sangat dibutuhkan oleh daerah, dalam meningkatkan ekonomi," imbuh Nurhayati.
 
Sementara itu, Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti berharap, Kabupaten Bolaang Mongondow untuk menjadi daerah percontohan pembangunan infrastruktur."Mari kita bangun sama-sama, mulai dari bandara, jalan, sarana transportasi seperti bus. Mari kita dukung pembangunan Bolaang Mongondow," dorong Novita.
 
Sebelumnya, Bupati Bolaang Mongondow Yasti Soepredjo Mokoagow menjelaskan, Kabupaten yang dipimpinnya merupakan terluas di Sulawesi Utara. Bolaang Mongondow juga merupakan lumbung beras di Sulut. Bolaang Mongondow juga memiliki potensi tambang emas dan holtikultura. Namun, dengan berbagai potensi itu, masyarakat banyak yang miskin.
 
"Kabupaten Bolaang Mongondow menempati urutan 14 dari 15 kabupaten dan kota termiskin se-Sulut. PAD per tahun hanya Rp 39 miliar. Kalau tidak ada tambahan dari Pemerintah Pusat, Bolaang Mongondow akan sulit untuk membangun," jelas Yasti.
 
Terkait infrastruktur, Bolaang Mongondow dilewati jalan nasional sepanjang 198 kilometer. Namun, banyak ruas jalan yang rusak karena abrasi. Bahkan beberapa ruas jalan yang berpotensi amblas karena abrasi. 
 
"Jalanan ndeso banget, kami minta ada pelebaran jalan. Saya minta tahap awal pembangunan jalan selebar 30 meter," imbuh Yasti.
 
Dia juga menekankan perlu dibangunnya bandara, mengingat jarak yang cukup jauh dari Manado, dimana terdapat Bandara Sam Ratulangi. Pemkab sudah menghibahkan tanah seluas 400 hektar untuk dibangun bandara.
 
“Semua persyaratan dan persiapan sudah 95 persen. Akses menuju lokasi sudah dipersiapkan. Tinggal perlu ada soil tanah, namun sudah kami anggarkan di APBD-P. Kami harap pembangunan bandara selesai dalam waktu tiga tahun,” tambah Yasti.
 
Selain itu, Yasti mengaku pihaknya membutuhkan rusunawa untuk Aparatur Sipil Negara. Karena Bolaang Mongondow memiliki jumlah ASN terbanyak kedua di Sulut.
 
Dalam kunjungan ini, Tim Komisi V DPR juga meninjau lokasi Bandara Bolaang Mongondow di Desa Lalow, Jalan Nasional Kaiya Maelang, Terminal Tipe A d Desa Dulangon, Waduk Lolak di Desa Pindol, dan Pelabuhan Labuan Uki.
 
Kunjungan ini juga diikuti oleh Anggota Komisi V DPR RI Sadarestuwati (F-PDI Perjuangan), Rendy M. Affandy Lamadjido (F-PDI Perjuangan), Agati Sulie Mahyudin (F-PG), Novita Wijayanti (F-Gerindra). Kemudian Bahrum Daido (F-PD), Syahrulan Pua Sawa (F-PAN), Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz (F-PKB), Nurhayati (F-PPP), Lalu Gede Syamsul Mujahidin (F-Hanura).(adv/jpnn)

BACA JUGA: Perlu Pembekalan Pemahaman Tipikor kepada Kepala Desa Kalsel

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masyarakat Distrik Seget Keluhkan Rusaknya Jalan Darat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
DPR RI   DPR  

Terpopuler