Kondisi Terkini Wamena Menurut Tjahjo Kumolo

Senin, 07 Oktober 2019 – 16:24 WIB
Mendagri yang merangkap Plt Menkumham Tjahjo Kumolo. Foto: Humas Kemendagri

jpnn.com, JAKARTA - Mendagri yang juga Plt Menkumham Tjahjo Kumolo mengatakan bahwa isu mengenai persoalan antara warga lokal dengan pendatang di Wamena, Papua, telah selesai.

"Saya kira isu soal warga pendatang sudah tidak ada," ucap Tjahjo di Kementerian Hukum dan HAM, Jakarta, Senin (7/10).

BACA JUGA: 1.010 Rumah, Kantor, Kendaraan, Dibakar saat Rusuh Wamena

Menurut Tjahjo, secara prinsip kondisi stabilitas nasional maupun daerah di Wamena telah aman.

Hari ini, kata dia, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian juga telah bertolak ke ibukota Kabupaten Jayawijaya itu untuk memastikan stabilitas keamanan.

BACA JUGA: Mayoritas Warga Lokal Wamena tak Ingin Pendatang Pulang Kampung

Namun, meski situasi dan kondisi telah berangsur membaik, Tjahjo mempersilakan kepada warga pendatang untuk meninggalkan Wamena dan kembali ke daerah asalnya.

Menurut dia, setiap warga pendatang memiliki hak untuk tinggal dan mencari nafkah di berbagai daerah di Tanah Air.

BACA JUGA: Politikus NasDem: Mengapa Hanya Partai Gerindra?

"Saya kira kalau toh warga yang mau kembali ke asalnya, dan ada beberapa gubernur yang memfasilitasi, tidak ada masalah silakan. Apapun setiap warga negara itu punya hak untuk dia tinggal di mana mencari nafkah di mana dari Sabang sampai Merauke," ucap dia.

Tjahjo mengatakan bahwa aktivitas tata kelola pemerintahan di Wamena yang untuk sementara di pusatkan di Kantor Komando Distrik Militer (Kodim) Jayawijaya telah berjalan kendati belum maksimal.

Perputaran roda ekonomi di wilayah tersebut juga masih terus dipulihkan. Tjahjo menyebut proses pemulihan ekonomi di Wamena akan dikerjakan secara bertahap.

Kerusuhan terjadi di Wamena, pada Senin (23/9), menyebabkan 33 orang meninggal dunia, baik warga pendatang maupun warga Papua.

Massa merusak dan membakar ratusan bangunan milik pemerintah maupun swasta di daerah tersebut. (Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler