Kongres Berkebaya Nasional Targetkan Dapat Pengakuan UNESCO

Rabu, 11 November 2020 – 14:18 WIB
Ketua Penyelenggara KBN 2020 Lana T Koentjoro. foto: tangkapan layar zoom/mesya

jpnn.com, JAKARTA - Kongres Berkebaya Nasional (KBN) akan kembali digelar pada 21 sampai 22 Desember 2020.

Kongres tersebut menjadi ajang pertemuan besar para wakil organisasi (politik, sosial, profesi, akademisi) untuk mendiskusikan dan mengambil keputusan tentang perlestarian kebaya sebagai elemen budaya Indonesia.

BACA JUGA: Usai Begituan di Kamar Hotel, Sopir Taksi Lalu Bersantai, Polisi Temukan Ini, Astaga..

Acara yang digagas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) ini didukung oleh Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Ketua Penyelenggara Lana T Koentjoro menjelaskan, kongres ini menargetkan 1000 peserta seluruh Indonesia.

BACA JUGA: Adu Banteng Honda BeAt dengan Yamaha X-Ride, Tragis

"Kongres rencananya dilaksanakan dua hari dengan topik berbeda-beda tentang kebaya dari masa ke masa, aspek ekonomi kebaya, aspek psikologis kebaya serta aspek politik kebaya, dan memperkenalkan kebaya," tutur Lana dalam taklimat media daring, Selasa (10/11).

Lebih lanjut dikatakan, kebaya sebagai busana nasional Indonesia merupakan warisan para leluhur.

BACA JUGA: HUT Kemerdekaan RI: Menteri Siti Tampak Anggun dengan Kebaya Jawa dan Sanggul ala Kartini

Sejak dahulu kebaya dipakai banyak perempuan Indonesia. 

Kebaya mengandung filosofi mendalam dengan nilai sejarah yang tinggi.

Kehadirannya di berbagai wilayah Indonesia menjadikan kebaya sebagai salah satu alat pemersatu bangsa.

Saat ini kebaya kembali mendapat perhatian masyarakat dan pemerintah seiring tumbuhnya kesadaran mengenai kekayaan budaya Indonesia.

Hal itu ditandai dengan maraknya kemunculan berbagai komunitas perempuan yang bertujuan mengangkat kembali kebaya sebagai busana tradisional kebanggaan Indonesia, yang bisa digunakan di dalam setiap aktivitas sehari-hari.

Lana menyampaikan, tujuan KBN ialah untuk memperkuat gerakan pelestarian budaya khususnya busana tradisional Indonesia melalui pengenalan dan ajakan menggunakan kebaya kepada generasi muda.

"Lewat KBN, kami ingin mendapatkan pengakuan dunia (UNESCO), dengan cara mendaftarkan kebaya sebagai warisan tak benda asal Indonesia," tegasnya.

KBN ini juga bertujuan mendorong pemerintah untuk menetapkan Hari Berkebaya Nasional sehingga tahap berikutnya bisa merancang program pemberdayaan masyarakat melalui produksi dan pemasaran kebaya. (esy/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler