Konjen Tiongkok: Berita Dilarang Puasa Itu Hoaks

Rabu, 14 Juni 2017 – 15:10 WIB
Konsulat Jenderal Tiongkok untuk Surabaya Gu Jingqi. Foto: JPG

jpnn.com, SURABAYA - Perwakilan pemerintah Tiongkok di Indonesia menepis berita yang menyebut adanya larangan beribadah puasa di negara mereka.

Konsulat Jenderal Tiongkok untuk Surabaya Gu Jingqi menegaskan bahwa berita itu hoax.

BACA JUGA: Konjen Tiongkok Sumbang Puluhan Ribu Buku Untuk Pesantren

Permasalahan yang terjadi di Provinsi Xinjiang tersebut lebih kental nuansa politik.

Menurut Jingqi, kabar yang sama beredar tiap Ramadan sejak 2011.

Padahal, pemerintah sama sekali tidak membatasi ibadah umat beragama apa pun.

"Konstitusi kami sudah menekankan adanya kebebasan beragama. Itu termasuk kaum muslim," ungkapnya di sela-sela acara buka bersama pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur di Surabaya.

Dia mengungkapkan, saat ini penduduk Tiongkok yang beragam Islam mencapai 23 juta jiwa dari sepuluh suku bangsa.

Tak hanya itu, di seluruh penjuru Negeri Panda tersebut, tersebar 35 ribu masjid untuk komunitas Islam beribadah.

Bahkan, petugas agama Islam yang biasa disebut ahong sudah terhitung 56 ribu orang.

Semua itu, lanjut dia, menjadi bukti bahwa pemerintah sama sekali tidak menekan pengembangan praktik ajaran Islam di Tiongkok.

"Saya harap masyarakat, termasuk kaum ulama di Indonesia, mau percaya kepada kami bahwa kabar yang mencuat ini hanya kabar palsu," jelasnya. (bil/c16/any/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler