Konon Tarif KRL Jabodetabek Bakal Naik, Cek Dulu Fakta dari Kemenhub

Selasa, 13 Desember 2022 – 19:49 WIB
DJKA Kemenhub membeberkan informasi terkait informasi kenaikan tarif KRL Jabodetabek. Ilustrasi/Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membeberkan informasi terkait informasi kenaikan tarif KRL Jabodetabek.

Plt. Direktur Jenderal Perkeretaapian, Risal Wasal memastikan tidak akan ada penyesuaian tarif KRL Jabodetabek hingga akhir 2022.

BACA JUGA: KRL Anjlok di Kampung Bandan, KAI Masih Selidiki Penyebabnya

Risal meminta masyarakat agar tidak perlu khawatir mengenai penyesuaian tarif KRL.

Sebab, saat ini pemerintah masih mengkaji ulang besaran tarif yang sesuai agar tidak memberatkan masyarakat dan tidak terlalu membebankan anggaran PSO.

BACA JUGA: Soal KRL Anjlok di Kampung Bandan, KAI Commuter Minta Maaf, Begini Kondisi Terkini

“Semoga tahun depan akan ada kabar baik mengenai tarif KRL ini,” kata Risal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Kemenhub memastikan kajian penetapan tarif memperhatikan tingkat kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar tarif KRL, sekaligus menimbang beban operasional dan kebutuhan subsidi Public Service Obligation (PSO) yang akan dianggarkan.

“Peningkatan tarif operasional KRL Jabodetabek selalu dan pasti terjadi setiap tahunnya, sehingga membuat beban PSO terus meningkat untuk menstabilkan tarif KRL ini,” ujarnya.

Adapun peningkatan tarif operasional KRL Jabodetabek selalu terjadi akibat inflasi yang menyebabkan terjadinya peningkatan komponen-komponen biaya yang dibutuhkan.

Hal ini menyebabkan subsidi PSO terus bertambah dan menjadi kontraproduktif terhadap upaya pembangunan yang masih terus berlangsung.

Menurut Risal, besaran anggaran yang dialokasikan ini akan lebih produktif jika disalurkan untuk pembangunan prasarana dan peningkatan pelayanan perkeretaapian di seluruh Indonesia.

“Tarif KRL hari ini adalah hasil hitung-hitungan pada 2015, tentu sudah tidak relevan dengan hitungan hari ini. Namun, kami memahami bahwa ekonomi masyarakat sangat terdampak dengan adanya pandemi, sehingga kajian masih kami lakukan,” pungkas Risal. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler