Konsumsi Gula Berlebih Berkaitan dengan Depresi?

Minggu, 30 Juni 2019 – 07:07 WIB
Ilustrasi gula. (Foto: google/jpnn)

jpnn.com - Makan atau minum yang manis-manis biasanya bikin orang yang mengonsumsinya tersenyum manis alias merasa nikmat. Namun, ternyata di balik kenikmatan itu tersimpan ancaman. Menurut beberapa studi, ditemukan bahwa konsumsi gula berlebih bisa berdampak buruk pada kesehatan mental.

Berdasarkan studi, terdapat risiko depresi yang meningkat di antara pria yang mengonsumsi gula dalam jumlah yang cukup sifnifikan dalam diet mereka. Ada yang berpendapat bahwa depresi itulah yang dapat memicu peningkatkan craving gula. 

BACA JUGA: 3 Manfaat Menutup Akun Media Sosial

Misalnya ada hari-hari ketika seseorang merasa sedih dan berpikir segelas besar milkshake bisa membuatnya lebih baik. Ternyata, kenyataannya justru sebaliknya; konsumsi gula berlebih terjadi sebelum seseorang mengalami depresi, bukan menjadi suatu akibat setelahnya.

Konsumsi gula berlebih berkaitan dengan depresi

BACA JUGA: Menutup Media Sosial Berdampak Baik Bagi Kesehatan Mental?

Ada sebuah studi pada 2012 yang meneliti konsumsi gula rata-rata pada individu di enam negara yang berbeda, yaitu Kanada, Prancis, Jerman, Korea, Selandia Baru, dan Amerika Serikat. Dinyatakan bahwa gula merupakan faktor yang berkontribusi terhadap angka depresi mayor yang tinggi.

Sejak itu, banyak tim riset yang menginvestigasi efek diet terhadap kesehatan mental. Sebagai contoh, konsumsi makanan olahan atau makanan yang diproses dan cepat saji seperti burger, piza, dan makanan yang digoreng ditemukan lebih tinggi pada remaja dan dewasa yang memiliki tingkat depresi yang tinggi.

BACA JUGA: 300 Juta Orang Menderita Depresi, Setiap 40 Detik Terjadi Kasus Bunuh Diri

Hasil serupa juga terjadi pada lansia di Amerika Serikat. Lansia dengan diet tinggi gula memiliki angka depresi yang lebih tinggi ketimbang mereka yang konsumsi gulanya lebih rendah.

Minuman dengan pemanis buatan, terutama minuman bersoda, dikonsumsi di seluruh dunia. Ada studi yang dilakukan oleh peneliti berkebangsaan Cina – yang sehari-harinya mengonsumsi teh tanpa gula – yang menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi minuman bersoda memiliki tingkat depresi lebih tinggi.

Walaupun beberapa penelitian yang disebutkan di atas tidak menunjukkan mekanisme biologi mengenai bagaimana konsumsi gula berdampak buruk pada kesehatan, tetapi hasil temuannya menambah wawasan bahwa memang terdapat hubungan antara keduanya.(klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 7 Cara Efektif Melawan Kecanduan Gula


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler