Korban Longsor Telat Dapat Penanganan, Bupati Garut Marah

Senin, 05 April 2021 – 20:41 WIB
Bupati Garut Rudy Gunawan. Foto: ANTARA/Feri Purnama

jpnn.com, GARUT - Bupati Garut Rudy Gunawan meminta maaf kepada masyarakat yang rumahnya terancam bahaya tanah longsor, karena pemkab lambat dalam menangani penanggulangan bencana.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas keterlambatan, yang di Cilawu itu ada persoalan," kata Rudy saat dimintai tanggapan terkait lambatnya penanganan bencana longsor Cilawu, Senin (5/4).

BACA JUGA: Saat Longsor Terjadi, Darmadi Sedang di Kamar, Mohon Doanya

Dia menuturkan, Pemkab Garut terus berupaya maksimal dan secepat mungkin untuk menanggulangi warga yang saat ini harus mengungsi karena rumahnya di Desa Karyamekar sudah tidak bisa ditempati lagi.

Pemkab Garut, kata dia, secepatnya mengucurkan anggaran untuk jaminan hidup (jadup) dan sewa rumah bagi masyarakat yang direkomendasikan rumahnya harus direlokasi ke tempat aman dari bencana.

BACA JUGA: Jokowi Telah Perintahkan Doni Monardo, Marsekal Hadi, dan Jenderal Listyo Sigit

"Untuk jadup dan sewa (rumah), hari Rabu saya beresin," kata bupati.

Dia mengungkapkan, upaya penanganan bencana tanah longsor di Cilawu itu terjadi keterlambatan karena Satuan Kerja Perangakat Daerah (SKPD) terkait tidak bekerja dengan cepat.

BACA JUGA: Anggota Reserse Bergerak Dini Hari, Truk Tangki Melintas, yang Dicurigai Benar Saja

"Leletlah SKPD-nya, tidak mempunyai hati yang baik," kata bupati.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Garut Dadang Bunyamin menambahkan, pihaknya sudah memproses pemberian jadup bagi korban bencana tanah longsor di Cilawu.

Syarat untuk mendapatkan bantuan jadup itu, kata dia, harus memiliki KTP elektronik kemudian punya rekening perbankan untuk mengirimkan bantuan uangnya kepada warga terdampak longsor.

"Tadi pagi saya langsung ke BJB agar mereka membuatkan rekening, mudah-mudahan besok (Selasa) bisa cair, atau paling lambat Rabu sudah bisa keluar," katanya.

Bencana tanah longsor di Desa Karyamekar sudah terjadi sejak 2015, kemudian kembali terjadi pada pertengahan Februari 2021.

Seluruh warga yang berada di sekitar tanah tebing itu sebanyak 73 rumah direkomendasikan untuk dikosongkan karena berbahaya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler