Korban Perahu Karam Ditemukan Tewas Mengapung

Minggu, 05 April 2015 – 21:08 WIB

jpnn.com - KUALA KURUN – Menghilang dua hari, korban perahu karam bernama Dadi (60) akhirnya ditemukan. Pria itu ditemukan mengapung dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan Tumbang Anjir atau 5 kilometer dari tempat kejadian Sabtu (4/4) malam.

Mayat korban ditemukan oleh salah seorang warga yang tengah memancing. Disebutkan, para pemancing terkejut melihat sesosok tubuh yang mengapung di tengah sungai. Sadar bahwa jasad itu adalah Dadi yang merupakan korban perahu karam, pihaknya segera melaporkan ke petugas yang tengah melakukan penyisiran sungai.

BACA JUGA: IRT Susul Maradona ke Bui karena Kasus Ini

Dilansir Kalteng Pos (Grup JPNN.com), Minggu (5/4), pantauan di lapangan, kondisi debit Sungai Kahayan masih cukup tinggi. Artinya arus yang dihasilkan juga cukup deras. Pascakejadian itu, warga sekitar tampak berhati-hati ketika harus bepergian menggunakan transportasi air.

Kendati rata-rata warga bisa berenang, pihaknya enggan untuk turun ke air secara langsung. Gelombang dan arus deras sungai, terlihat cukup membahayakan. Perlu diketahui, Dadi menjadi korban dari luapan sungai Kahayan. Perahu kecil yang ditumpanginya karam akibat derasnya arus sungai.

BACA JUGA: Mantan Anggota DPRD Ini Koleksi Fosil Hidup Mirip Kepiting

Tim penyelamat sempat turun dan melakukan pencarian. Kejadian bermula ketika korban bersama keponakannya Tabah Saputra (23) ingin pulang dari kebun di Batu Pondong kawasan Desa Tumbang Tambirah, Kecamatan Kurun.

Menggunakan transportasi air berupa perahu kecil, keduanya berniat kembali ke Kuala Kurun. Posisi Dadi saat itu sebagai pengemudi. Selain itu, kedua perahu juga bermuatan sejumlah kayu, buah langsat dan beberapa perlengkapan lainnya.

BACA JUGA: Tragis, Pejalan Kaki Tewas Ditabrak Polisi

Saat itu, kondisi sungai Kahayan bergelombang dan berarus besar, akibat tingginya luapan air. Tiba-tiba di tengah perjalanan, tepat di dekat jembatan penyeberangan Kurun, perahu mereka berdua, berpas-pasan dengan kelotok berukuran besar, serta sebuah speedboat.

“Kami tidak menyangka, ada speedboat dan perahu yang lewat secara bersamaan,” ujar Tabah ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian, di Kuala Kurun. Kedua transportasi air itu menyebabkan munculnya gelombang yang cukup tinggi.

Akibatnya, perahu yang ditumpangi terkena gelombang dan menjadi sulit dikendalikan. Kendati keduanya berusaha melewati arus itu, namun sia-sia. Perahu tetap kemasukan air dan perlahan-lahan karam. Melihat hal itu, Dadi yang mengemudi berinisiatif melompat keluar dari perahu dan berenang ke sungai.

“Waktu itu, saya mencoba menyelamatkan sejumlah perlengkapan, namun diteriaki paman, agar segera melompat,” cerita Tabah.

Mau tidak mau, akhirnya Tabah melompat dan berusaha berenang melawan arus sungai. Sayangnya, ketika sampai di tepian, dirinya tidak lagi menemukan pamannya. Dirinya berusaha berteriak dan memanggil, namun tidak ada jawaban.(did/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menteri Yuddy Wakili Jokowi Hadiri Haul Al-Marhumin


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler