Korut Makin Mengganggu, Amerika Tempatkan 28 Ribu Prajurit di Korsel

Kamis, 02 Desember 2021 – 23:12 WIB
Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un menyaksikan peluncuran rudal untuk uji coba. Foto: AFP

jpnn.com, SEOUL - Perkembangan senjata dan rudal milik Korea Utara kian mengganggu keamanan regional, kata Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin pada Kamis usai berbicara dengan mitranya dari Korea Selatan di Seoul.

AS meminta Korut agar terlibat dalam dialog, kata Austin saat konferensi pers.

BACA JUGA: Pejabat Korut Bikin Kesalahan Fatal Terkait Penanganan COVID-19, Begini Reaksi Kim Jong Un

Ia mengatakan bahwa diplomasi merupakan pendekatan terbaik untuk membujuk Korut.

Austin dan Jenderal Angkatan Darat AS Mark Milley, selaku Kepala Staf Gabungan, menggelar pembicaraan militer tahunan dengan sejumlah pejabat Korsel yang mencakup pembaharuan rencana operasional untuk antisipasi konflik dengan Korut.

BACA JUGA: Amerika Anggap Aktvitas Militer Korut Sebagai Ancaman Serius

AS berjanji untuk mempertahankan jumlah pasukan AS saat ini di Korsel yang mencapai 28.500 personel, kata Menteri Pertahanan Korsel Suh Wook usai berbincang dengan Austin.

Suh juga menuturkan bahwa kedua belah pihak membuat kemajuan dalam memenuhi syarat pemindahan kendali komando masa perang pasukan gabungan mereka ke Korsel. (ant/dil/jpnn)

BACA JUGA: Klaim Punya Rudal Hipersonik, Korut Sudah Setara AS dan China?


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler