Kosumsi Cabai Bisa Menghambat Kanker Paru?

Rabu, 10 April 2019 – 23:53 WIB
Cabai rawit di pasar. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com - Cabai, si pedas peningkat selera makan ini diketahui memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Manfaatnya yang diketahui antara lain dapat meningkatkan imunitas, menurunkan berat badan, mengatasi diabetes, meredakan rasa sakit, mengurangi sakit kepala, melancarkan pernapasan, dan masih banyak lagi.

Tak hanya itu, menurut sebuah studi terbaru, cabai bisa menghambat kanker. Kapsaisin (capsaicin), kandungan dalam cabai, memang sudah lama diketahui baik bagi kesehatan.

BACA JUGA: Alergi Udang Menyebabkan Pusing?

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, kapsaisin adalah zat penghasil rasa pedas, yang bila dikonsumsi menimbulkan sensasi terbakar di mulut.

"Jika Anda mengonsumsi cabai dan mulut terasa panas atau seperti terbakar, otak akan merespons hal itu dengan mengeluarkan hormon adrenalin dan endorfin," ujar dr. Reza.

BACA JUGA: 5 Cara Tepat Atasi Migrain Tanpa Obat

Adrenalin merupakan hormon yang membuat kerja jantung bertambah cepat dan membuat pembuluh darah melebar. Dalam kadar cukup, hormon ini berperan penting dalam merangsang kerja jantung dan pembuluh darah Anda.

"Sedangkan, endorfin merupakan hormon alami tubuh yang dapat memicu rasa senang. Di samping itu, hormon ini juga bermanfaat dalam mencegah nyeri. Inilah mengapa cabai sering dijadikan alternatif untuk mengobati sakit kepala atau pusing," sambungnya.

BACA JUGA: 5 Cara Mencegah Sakit Kepala Saat Sedang Haid

Cabai bisa menghambat kanker paru?

Ada sebuah studi yang menemukan bahwa kapsaisin berhasil menghentikan metastasis kanker paru-paru. Sebagian besar kematian pada kanker terjadi akibat metastasis, alias menyebar ke bagian tubuh lain.

Studi baru tersebut menunjukkan bahwa mungkin ada senyawa nutrisi yang dapat menghambat proses metastasis ini. Dalam studi tersebut, kapsaisin dilaporkan bisa menghentikan metastasis kanker paru-paru pada tikus dan kultur sel manusia. Temuan ini dipublikasikan dalam pertemuan tahunan American Society for Investigative Pathology di Orlando, Amerika Serikat.

Para peneliti menguji kapsaisin dalam tiga jalur kultur sel-sel kanker paru-paru non sel kecil manusia. Temuannya, kapsaisin bisa menghentikan tahap pertama metastasis. Ini adalah yang disebut sebagai "invasi".

Jamie Friedman, penulis utama studi ini beserta tim peneliti lainnya kemudian menerapkan diet pada tikus yang menderita kanker paru-paru.

Para peneliti meningkatkan kapsaisin dalam diet tikus-tikus tersebut. Setelah beberapa lama, ditemukan bahwa tikus tersebut memiliki jumlah sel kanker metastasis yang jauh lebih kecil di paru-parunya dibandingkan dengan tikus yang tidak menerima diet tersebut.

Penelitian sebelumnya menemukan bahwa senyawa ini dapat menghambat perkembangan sel kanker payudara, sementara penelitian lain menunjukkan bahwa senyawa ini dapat mengurangi risiko kanker kolorektal.

Temuan studi bahwa kandungan dalam cabai mungkin bisa menghambat kanker paru-paru pada manusia tentunya merupakan kabar baik. Meski demikian, tetaplah bijak dalam mengonsumsinya. Karena, bisa-bisa Anda merasakan efek samping seperti nyeri perut, mulas, refluks asam, insomnia, mengurangi sensitivitas lidah, serta gastritis.(RN/ RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kiat Nyaman Bepergian untuk Penderita Vertigo


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler