KPK Kembali Periksa Penyuap Hakim Ad Hoc

Rabu, 05 September 2012 – 14:05 WIB
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan pemeriksaan terhadap Sri Dartutik terkait kasus suap pemulusan perkara penyimpangan anggaran pemerliharaan mobil dinas di DPRD Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

KPK telah menetapkan Sri sebagai tersangka pemberi suap dalam kasus itu. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka untuk mendalami penyidikan," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi Priharsa Nugraha ketika dikonfirmasi, Rabu (5/9).

Sri telah memenuhi panggilan KPK sekitar pukul 10.45 WIB. Sri yang mengenakan baju tahanan dan kerudung warna ungu mengaku dalam keadan sehat walafiat. Namun dia tidak mau komentar ditanya soal penyuapan itu.

Sri Dartutik ditangkap KPK tanggal 17 Agustus 2012 lalu, bersama hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang Kartini Juliana Magdalena Marpaung, dan hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pontianak Heru Kisbandono, usai menyerahkan uang suap kepada dua hakim itu.

Ketiga orang itupun lalu digelendang oleh aparat petugas KPK. Sri memberi uang kepada dua hakim itu diduga untuk keperluan pengaturan putusan untuk perkara korupsi yang melibatkan Ketua DPRD Grobogan, Jawa Tengah, Muhammad Yaeni.

Barang bukti terkait kasus ini antara lain dua buah mobil yang saat ini dititipkan di Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan ada juga uang Rp150 juta yang di bawa ke KPK. (fat/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... TNI AD Gelar Latihan Terbesar Sejak Era Orba

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler