Krisis Sandera Persingkat Kunjungan PM Jepang di Jakarta

Makan Malam Bersama SBY Dibatalkan

Jumat, 18 Januari 2013 – 21:21 WIB
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe terpaksa mempersingkat kunjungannya ke Indonesia karena harus kembali ke negaranya guna mengurus nasib lima warga negara Jepang yang disandera kelompok militan di Aljazair. Sebelumnya PM Abe bersama istrinya Akie Abe dan delegasi Jepang lainnya dijadwalkan berada di Indonesia pada tanggal 18-19 Januari 2013.

Bahkan malam ini mereka direncanakan mengikuti jamuan makan malam bersama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Namun Abe membatalkan semua rencana malam ini dan besok demi lima warga negara Jepang yang tersandera.

"State dinner tidak jadi. Tadi pagi sudah memberitahu, disarankan karena beliau harus segera kembali untuk menangani masalah penyanderaan warga Jepang di Aljazair. Jadi Bapak Presiden SBY sangat memahami permasalahan keperluan tersebut," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Jumat (18/1).

Sebelumnya PM Abe juga mengungkapkan kemarahannya terhadap tindakan teror kelompok militan yang menyerang sebuah kilang produksi gas bumi di selatan Aljazair, Rabu (16/1/). Lima warga Jepang memang bekerja di kilang milik British Petroleum itu. Abe pun telah bersepakat dengan Presiden SBY untuk memerangi terorisme bersama-sama.

Indonesia juga mengungkapkan keprihatinan pada lima warga Jepang yang disandera. Apalagi seorang warga negara Indonesia berinisial AA juga sempat disandera oleh kelompok militan itu. Beruntung AA berhasil dibebaskan dan saat ini tengah dalam perjalanan dari London menuju tanah air.

"Indonesia pun prihatin dan kita harapkan para sandera bisa segera dibebaskan. Kita sempat ada satu warga kita yang disandera, sudah dibebaskan," kata Marty.

Diberitakan, kelompok bersenjata menyerbu kilang milik British Petroleum di Aljazair dan menyandera  200 pekerja lokal dan  41 orang pekerja berkewarganegaraan asing. Seperti dilansir Reuters, Jumat (18/1) pagi, operasi pembebasan yang dilakukan militer Aljazair telah berhasil membebaskan ratusan sandera.  Hanya saja 30 orang dilaporkan tewas dalam drama pembebasan itu.

Tujuh dari korban tewas meruakan warga negara asing, di antaranya dua Jepang, dua Inggris dan seorang Prancis. Selebihnya merupakan warga lokal dan termasuk para penyandera. Namun demikian pihak Jepang melansir 14 warga negaranya belum terdeteksi keberadaannya dalam aksi tersebut.(flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Vas Kuno Buatan China Terjual Hampir Rp 400 M

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler