Kritik Kaukus Parlemen Papua untuk Aparat TNI dan Polri

Senin, 19 Agustus 2019 – 15:35 WIB
Ketua Fraksi Golkar Robert Kardinal (istimewa for jawapos.com)

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Kaukus Parlemen Papua-Papua Barat Robert J Kardinal menyayangkan persekusi yang dilakukan oknum organisasi masyarakat tertentu terhadap mahasiswa asal Papua di Surabaya, Malang, dan Semarang pada 16 Agustus 2019. Terlebih persekusi itu dilakukan sembari mengejek mahasiswa asal Papua.

"Peristiwa persekusi kepada mahasiswa Papua-Papua Barat di Semarang, Surabaya, dan Malang ini sangat disayangkan. Terlebih lagi, peristiwa tersebut terjadi jelang Perayaan HUT ke-74 RI," kata Robert saat dihubungi awak media, Senin (19/8).

BACA JUGA: Tembakan Peringatan Menyalak di Kota Sorong

Di sisi lain, Robert turut menyoroti langkah pembiaran aparat sehingga persekusi dimungkinkan terjadi. Seharusnya, aparat Polri dan TNI bisa mencegah persekusi oleh oknum tertentu.

"Sebelum ramai ormas mendatangi asrama mahasiswa Papua, kan aparat TNI-Polri sudah ada disitu. Namun, kenapa tidak berupaya menenangkan? Akhirnya mereka dipersekusi sedemikian rupa," ucap dia.

BACA JUGA: Gubernur Papua Barat Sebut Wawali Kota Malang Pemicu Kerusuhan

BACA JUGA: Saudara Kami yang di Papua & Papua Barat, Tolong Dengar Kata Menristekdikti Ini

Tidak hanya itu, Robert menyayangkan sikap Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko yang membuka opsi memulangkan mahasiswa asal Papua.

BACA JUGA: Saudara Kami yang di Papua & Papua Barat, Tolong Dengar Kata Menristekdikti Ini

Dia berharap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menindak Sofyan. Sebab, opsi pemulangan terkesan memancing provokasi masyarakat.

"Masa seorang pemimpin buka opsi pulangkan mahasiswa mahasiswa Papua. Inikan berikan rasa kebencian pada anak bangsa. Bagaimana seorang pemimpin bisa bersikap seperti itu," ucap dia.

Sebelumnya, sejumlah jalan utama di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8) ditutup massa dengan membakar ban. Aksi ini membuat arus transportasi lumpuh.

Laporan dari lokasi, aksi ini dipicu kemarahan masyarakat Papua sebagai buntut dari peristiwa yang dialami mahasiswa asal Papua di sejumlah kota besar Jawa.

Diduga mahasiswa Papua menjadi korban kekerasan dan pengusiran pada 16 Agustus 2019. Tidak hanya itu, mahasiswa Papua juga juga mendapatkan ejekan dari ormas. (mg10/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Massa Lempari Kapolda, Pangdam dan Wagub Papua Barat dengan Batu


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler