Kritik Makan Siang Gratis, Ivanhoe: Pendidikan Investasi Negara Sesungguhnya

Kamis, 01 Februari 2024 – 21:31 WIB
Ketua Bidang Hubungan Sayap dan Badan DPP Partai NasDem Ivanhoe Semen mengaku heran dengan adanya program makan siang dan susu gratis sebagai bentuk investasi negara. Foto: dok NasDem

jpnn.com, JAKARTA - Makan siang dan minum susu gratis dinilai bukan merupakan solusi untuk mempersiapkan anak-anak untuk menyambut Indonesia Emas 2045. Karena seharusnya pendidikan menjadi investasi negara kepada rakyat.

Ketua Bidang Hubungan Sayap dan Badan DPP Partai NasDem Ivanhoe Semen mengaku heran dengan adanya program makan siang dan susu gratis sebagai bentuk investasi negara.

BACA JUGA: Ivanhoe NasDem: Jangan Ada Diskriminasi Peserta BPJS Kesehatan

“Bagi saya pendidikan itulah yang merupakan investasi negara bagi bangsa bagi rakyatnya,” katanya di Jakarta.

Caleg Dapil V DKI Jakarta itu menerangkan, dengan pendidikan yang berkualitas setiap anak bangsa mampu berkompetisi bukan hanya di nasional tapi level internasional.

BACA JUGA: Ivanhoe: NasDem Perjuangkan Hak Warga Jakarta

Dengan pendidikan, seseorang tidak hanya bisa memperbaiki nasibnya, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Bentuk investasi kita jadi bukan makan siang dan susu gratis itu, masyarakat di-nina bobokan masyarakat dibuat nerima saja gitu. Justru kita harus membeli kailnya bukan ikannya dengan kita memberi kailnya mereka dapat memperbaiki nasib mereka nasib keluarga mereka dan nasib bangsa kita,” terang Ivanhoe.

BACA JUGA: Ivanhoe Minta Bawaslu Dalami Penurunan Iklan Anies

Mengutip Nelson Mandela, Ivanhoe mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia.

Untuk itu masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan agar akses pendidikan bisa dirasakan seluruh masyarakat Indonesia.

“Persoalan pendidikan di Indonesia ini sangat kompleks mulai dari bantuan-bantuan pemerintah yang tidak tepat sasaran karena pendataan yang sangat amburadul, sehingga putra putri yang memilih kemampuan dan pintar tidak bisa melanjutkan pendidikan karena bantuan tidak tepat sasaran,” bebernya.

Jika ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, Ivanhoe mengingatkan, negara harus bisa memberikan pendidikan yang berkualitas kepada seluruh anak-anak bangsa.

Sehingga mereka mampu berkompetisi dengan apapun.

“Jadi bagi saya pendidikan adalah nomor satu. Itulah bentuk investasi negara sesungguhnya kepada rakyatnya dan kepada bangsa ini,” tutupnya. (dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler