jpnn.com - INDONESIA sepertinya harus segera mengevaluasi kekuatan cabang bulu tangkisnya. Cap Macan Tepok Bulu Dunia kian tergerus.
Tahun ini, 11 dari 13 ajang Metlife BWF World Superseries sudah digelar. Hasilnya tak sesuai impian. Jagoan Merah Putih hanya mampu menjadi jawara di 3 kesempatan. Hasil emas itu ditorehkan ganda putra Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan di Maybank Malaysia Open Superseries Premier (31 Maret-5 April), kemudian ganda putra Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi di OUE Singapore Open Superseries (7-12 April).
BACA JUGA: Mantap Bos! Inter Kejar Bintang Manchester City
Dan terakhir, ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari di Victor Korea Open Superseries (15-20 September).
Metlife BWF World Superseries pantas menjadi ukuran bagaimana Indonesia di percaturan bulu tangkis dunia. Sebabnya, di turnamen-turnamen tersebut hanya diikuti oleh pemain-pemain terbaik saja. Sebanyak 13 ajang (termasuk Finals di Dubai Desember nanti) itu berkategori superseries dan superseries premier yang menawarkan banyak poin (untuk peringkat), dan tentunya dengan hadiah yang lebih supermelimpah dibanding kategori di bawahnya.
BACA JUGA: Masa Depan Conte Tergantung Hasil Euro 2016
Ya, begitulah. Di tengah kekuatan bulu tangkis Tiongkok yang semakin kuat, Korea, Jepang dan Denmark yang kian stabil, bahkan Thailand serta India yang semakin berkembang, Indonesia seakan memberi sinyal belum siap bertarung. (adk/jpnn)
Prestasi Indonesia di Metlife BWF World Superseries
BACA JUGA: Mau Nangis? Silakan! Indonesia Tak Punya Nama Lagi di China
Yonex All England Open Superseries Premier (3-8 Maret)
Final - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah dari Zhang Nan/Zhao Yunlei 10-21-10-21
Yonex Sunrise India Open Superseries (24-29 Maret)
Tanpa wakil di Final
Maybank Malaysia Open Superseries Premier (31 Maret-5 April)
Juara - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menang atas Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong 14-21, 21-15, 23-21
OUE Singapore Open Superseries (7-12 April)
Juara - Angga Pratama/Ricky Karanda Suwardi menang atas Fu Haifeng/Zhang Nan 21-15, 11-21, 21-14
The Star Australian Open Superseries (26-31 Mei)
Tanpa wakil di Final
BCA Indonesia Open Superseries Premier (2-7 Juni)
Final - Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari kalah dari Tang Jinhua/Tian Qing 11-21, 10-21
Yonex Open Japan Superseries (8-13 September)
Tanpa wakil di Final
Victor Korea Open Superseries (15-20 September)
Juara - Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari menang atas Chang Ye Na/Lee So Hee 21-15, 21-18
Final - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah dari Zhang Nan/Zhao Yunlei 16-21, 15-21
Yonex Denmark Open Superseries Premier (13-18 Oktober)
Final - Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah dari Ko Sung Hyun/Kim Ha Na 22-20, 18-21, 9-21
Final - Tommy Sugiarto kalah dari Chen Long 12-21, 12-21
Yonex French Open Superseries (20-25 Oktober)
Final - Praveen Jordan/Debby Susanto kalah dari Ko Sung Hyun/Kim Ha Na 10-21, 21-15, 19-21
Thaihot China Open Superseries Premier (10-15 November)
Tanpa wakil di Final
Yonex-Sunrise Hong Kong Open Superseries (17-22 November)
???
Dubai World Superseries Finals 2015 (9-13 Desember)
???
BACA ARTIKEL LAINNYA... Rossi Tak Percaya "Tendangannya" Terekam di Telemetri Motor Marquez
Redaktur : Tim Redaksi