Kuartal I 2020, Bank Mega Catatkan Kinerja Positif

Kamis, 23 April 2020 – 01:10 WIB
Bank Mega (Logo). Foto dok Bank Mega

jpnn.com, JAKARTA - PT Bank Mega Tbk mencatat kinerja positif pada periode Q1 2020. Direktur Utama Bank Mega Kostaman Thayib menjelaskan laba sebelum pajak tumbuh sebesar 32 persen dari Rp605 miliar pada periode Maret 2019 menjadi Rp801 miliar pada periode Maret 2020.

Sedangkan laba bersih Bank Mega Q1 2020 tercatat Rp669 Miliar atau meningkat 38 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019 sebesar Rp484 Miliar.

BACA JUGA: Laba Bank Mega Tumbuh Capai Rp2,5 Triliun

"Pencapaian ini dikontribusi dari meningkatnya Net Interest Income sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019, terutama karena meningkatnya pendapatan bunga kredit akibat volume kredit yang meningkat signifikan sebesar Rp10,1 triliun atau tumbuh 23 persen dibandingkan periode yang sama 2019," jelas Kostaman.

Sementara feebased income tercatat naik sebesar 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

BACA JUGA: Bank Mega Ajak Menabung Sambil Liburan Lewat Cara Ini

Catatan kinerja positif Bank Mega juga terjadi pada pertumbuhan aset, di mana terdapat pertumbuhan sebesar 18 persen dari Rp84 triliun pada periode Maret 2019 menjadi Rp99 triliun pada periode Maret 2020.

Dana Pihak Ketiga meningkat dari Rp59 triliun pada periode Maret 2019 menjadi Rp76 triliun pada periode Maret 2020 atau tumbuh sebesar 29 persen lebih tinggi dari pertumbuhan industri pada Februari 2020 yang hanya sebesar 7,77 persen.

BACA JUGA: Saran Pak Yusri Untuk Cegah Kejahatan Selama Pandemi Corona

Kredit tercatat tumbuh sebesar 23 persen dari Rp44 triliun pada periode Maret 2019 menjadi Rp54 triliun pada periode Maret 2020.

Pertumbuhan kredit Bank Mega ini berada di atas rata-rata industri pada posisi Februari 2020 sebesar 5,93 persen.

Penyaluran kredit kepada korporasi tercatat sebagai segmen bisnis yang paling besar memberikan kontribusi pada penyaluran kredit secara keseluruhan.

Peningkatan kredit korporasi terutama berasal dari kredit infrastruktur jalan tol yang dijamin pemerintah dan kredit kepada korporasi dengan track record yang baik.

Dari sisi likuiditas, Bank Mega memiliki kondisi yang kuat tercermin dari rasio LDR sebesar 67,5% lebih rendah dibandingkan 71,3% pada Maret 2019.

“Hal ini menunjukkan besarnya cadangan likuiditas yang dimiliki oleh Bank Mega," jelas Kostaman.

Dari sisi permodalan, CAR Bank Mega mencapai 24,7 persen yang menunjukan kecukupan modal Bank Mega yang kuat.  Sementara CAR industri pada Februari 2020 tercatat sebesar 22,27%.

Di tengah situasi pandemi Covid-19, Bank Mega tetap berkomitmen untuk terus melayani para nasabah setia dalam memenuhi kebutuhan transaksi perbankannya. Layanan di cabang tetap berjalan walaupun dengan waktu operasional yang lebih pendek.

Bberapa aplikasi digital yang dimiliki oleh Bank Mega seperti ChatBot Mila, Mega Internet Banking dan Msmile menjadi solusi bagi nasabah yang membutuhkan transaksi perbankan meskipun harus berada di rumah.

Sesuai dengan imbauan pemerintah untuk memberikan relaksasi kepada debitur yang terkena dampak Covid-19, Bank Mega juga mempunyai kebijakan restrukturisasi kredit untuk memberikan kemudahaan bagi debitur Bank Mega yang terkena dampak virus corona, baik perorangan maupun perusahaan.

Adapun program restrukturisasi yang ditawarkan berupa keringanan pembayaran kewajiban /angsuran atas pokok dan/atau bunga dengan cara perpanjangan jangka waktu kredit atau pemberian grace period dengan jangka waktu yang akan ditentukan dari hasil evaluasi Bank terhadap kemampuan debitur.

Pengajuan Restrukturisasi kredit akan dievaluasi oleh Komite Restrukturisasi Bank Mega sesuai dengan ketentuan Bank Mega dan Peraturan OJK.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler