Kurang Tidur Bikin Ingin Makan Junk Food?

Senin, 04 Februari 2019 – 05:05 WIB
Junk food. Foto: Thehandisindia

jpnn.com - Sudah ada banyak studi yang menunjukkan bahwa kurang tidur bisa memengaruhi napsu makan. Ini merupakan salah satu hal yang dapat menjelaskan mengapa banyak orang yang kurang tidur kronis cenderung memiliki berat badan berlebih, bahkan obesitas. Nah, ada lagi studi yang meneliti kaitan antara kurang tidur dan keinginan untuk makan junk food lebih kuat.

Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia agar bisa menjalani aktivitas sehari-harinya secara optimal. Setiap malamnya, Anda membutuhkan waktu tidur sekitar 7-9 jam untuk dapat bekerja dengan baik keesokan harinya. Selain durasi tidur, kualitas tidur juga merupakan elemen yang sama pentingya. Oleh sebab itu, kamar dan tempat tidur sebaiknya dibuat senyaman mungkin, baik dari segi suhu, cahaya, dan suasana sekitar.

BACA JUGA: 6 Kebiasaan ini Bisa Picu Kanker

Kaitan antara kurang tidur dan hasrat makan junk food

Sebuah penelitian yang dilakukan di Jerman dan Inggris melaporkan bahwa tidak tidur selama satu hari penuh bisa membuat seseorang lebih cenderung atau memiliki dorongan yang lebih kuat untuk mengonsumsi junk food. Hal ini diduga disebabkan oleh peningkatan pelepasan sinyal di otak yang berkaitan dengan nafsu makan pada orang-orang yang kurang tidur.

BACA JUGA: Benarkah Makan Malam di Atas Jam 5 Sore Tidak Sehat?

Penelitian berskala kecil yang dipublikasikan di jurnal medis “Journal of Neuroscience” tersebut menginvestigasi 32 partisipan pria sehat. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok yang tidur seperti bisa dan kelompok yang begadang semalam penuh.

Setelahnya, para peneliti melakukan pemerikaan pencitraan pada otak partisipan. Tujuannya adalah untuk mengetahui area otak mana saja yang berkaitan dengan napsu makan dan keinginan untuk mengonsumsi makanan jenis tertentu pada individu di kedua kelompok tersebut.

BACA JUGA: Lakukan 5 Langkah ini agar Tidur Anak Lebih Nyenyak

Pengaruh mekanisme hormonal dan perilaku tertentu

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu dari kedua kelompok memiliki derajat rasa lapar yang sama tinggi. Namun, pada kelompok yang begadang alias kurang tidur, terdapat peningkatan kadar hormon tertentu yang berkaitan dengan rasa lapar dibandingkan kelompok lainnya. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa individu dari kelompok yang waktu tidurnya kurang cenderung lebih memilih junk food ketimbang kelompok tidur cukup.

Para peneliti pun menarik kesimpulan bahwa penentuan jenis makanan yang dikonsumsi saat seseorang kurang tidur diduga berkaitan dengan perilaku hedonistik atau reward-seeking, dan bukan hanya sebagai akibat dari mekanisme hormonal. Mereka juga menambahkan bahwa seseorang yang kurang tidur akan cenderung menilai junk foodsecara lebih tinggi ketimbang orang lain yang cukup tidur.

Hasil penelitian didapat dari penggunaan kombinasi uji perilaku dan biologis, termasuk pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI) untuk menentukan bahwa durasi tidur yang kurang bisa meningkatkan kemungkinan seseorang untuk (pesan dan) makan junk food.

Namun, terlepas dari temuan yang cukup menarik, penelitian tersebut juga memiliki beberapa keterbatasan. Salah satunya adalah jumlah partisipan yang sedikit, yang menurunkan relevansi dari sampel terhadap seluruh populasi. Selain itu, pada kenyataannya, kekurangan tidur yang terakumulasi selama periode waktu satu minggu atau lebih dapat menjadi masalah yang serius. Namun, penelitian ini hanya mengukur kekurangan tidur selama satu hari untuk merepresentasikan kekurangan tidur.

Menurut hasil penelitian, memang kurang tidur bikin Anda cenderung ingin makan junk food, yang jika tidak ditangani bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Selain itu, kurang tidur diketahui bisa sebabkan depresi, risiko lebih besar terkena flu, lemas, dan masih banyak lagi. Orang dewasa baiknya tidur selama 7-9 jam setiap malamnya, lalu dukung daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi dan olahraga teratur agar tetap sehat!(RN/ RVS/klikdokter)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kurang Pemanasan Bisa Picu Serangan Jantung Saat Olahraga?


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler