Kurikulum Sering Berubah, Anies: Kunci Kemajuan Pendidikan di Tangan Guru & Kepala Sekolah

Senin, 18 Desember 2023 – 19:37 WIB
Capres Anies Baswedan bertemu dengan Ibu Megawati di Pasar Inpres Lubuklinggau, Senin (18/12/2023). Foto: dok TIMNAS AMIN

jpnn.com, LUBUKLINGGAU - Capres RI 01 Anies Baswedan mengatakan kunci kemajuan pendidikan di Indonesia sejatinya ada di tangan guru dan kepala sekolah.

Menurut Anies, kemajuan bidang pendidikan bukan bergantung pada kurikulum, seperti yang beberapa tahun belakangan ini terus-menerus diubah.

BACA JUGA: Ingin Negara Tak Bedakan Sekolah Negeri dan Swasta, Anies Singgung Guru PPPK

Calon presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan itu menilai kurikulum sebenarnya dibuat sebagai struktur agar interaksi antara pendidik dan peserta didik sama di semua tempat.

Namun, jika terus-menerus diubah, konsekuensinya justru pendidikan di Indonesia tidak akan mengalami kemajuan yang signifikan.

BACA JUGA: Bertingkah seperti Gibran, Masinton Tantang Samsul Keluarkan Bakat di Debat Cawapres

"Saya memandang kunci kemajuan pendidikan itu bukan pada gonta-ganti kurikulum, melainkan pada peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah," ucap Anies saat berdiskusi dengan para santri dan guru di Pondok Pesantren Modern Ar-Risalah, Lubuk??l?inggau, Sumat?era Selatan, Senin (18/12).

Mantan Gubernur Jakarta itu lantas menganalogikan situ?asi ini seperti kegiatan memanah. Dalam hal ini, tenaga pendidik diibaratkan sebagai si pemanah dan kurikulum adalah anak panahnya.

BACA JUGA: Lahir dari Keluarga Sederhana, Ganjar dan Mahfud Memahami Kehidupan Masyarakat Kecil

Kalau anak panahnya meleset, kata Anies, ini ibaratnya yang diganti itu anak panahnya terus, sedangkan yang memanahnya tidak pernah dilatih untuk memanah lebih baik.

"Sama seperti kurikulum yang terus-terusan diganti, tetapi tenaga pendidiknya tak pernah dilatih. Kalau begitu, ya, tidak akan pernah terjadi kemajuan," kata Anies.

Oleh karena itu, jika terpilih menjadi presiden, Anies menekankan bakal fokus p?ada peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah untuk memajukan pendidikan di Indonesia. Bukannya malah mengganti kurikulum, yang notabene menguras energi tenaga pendidik dan kantong negara.(*/jpnn.com)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler