Direktur Keuangan Matahari Hendra Siddin mengatakan, peningkatan laba bersih itu didorong kenaikan pendapatan sebesar 13,88 persen dan pemangkasan pos beban lain-lain
BACA JUGA: Granit Geser Pasar Keramik
"Perolehan laba bersih pada akhir 2010 juga akan naik jauh dibanding laba 2009," katanya kemarinSampai akhir 2009, MPPA mencatat pendapatan sebesar Rp 10,280 triliun, naik 13,88 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat Rp 9,027 triliun
BACA JUGA: Inovasi Garmen Busana Muslim
Beban pokok pendapatan Rp 6,724 triliun, naik 13,9 persen dari tahun sebelumnya Rp 5,903 triliun.Laba kotor juga mengalami peningkatan 13,82 persen, yakni dari Rp 3,124 triliun pada 2008 menjadi Rp 3,556 triliun pada 2009Meski demikian, MPPA berhasil menekan hal-hal yang tidak efisien pada pos beban lain-lain sebesar 75,60 persen, yakni dari Rp 539,681 miliar menjadi Rp 131,634 miliar"Pada 2010, kami berani memperkirakan laba bersih akan mencapai Rp 7,17 triliunItu akan terjadi jika transaksi dengan CVC Capital Partners yang telah disetujui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) bisa direalisasikan," kata Hendra
Dia menambahkan, tahun ini laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) perusahaan diperkirakan meningkat menjadi Rp 7,82 triliun dengan asumsi penjualan sebesar Rp 8,38 triliunSementara itu, tanpa transaksi, perusahaan memproyeksikan laba bersih sebesar Rp 399 miliar dengan estimasi penjualan Rp 15,44 triliun.
Perseroan juga memproyeksikan keuntungan akan bertambah dalam dua tahun mendatang setelah transaksiPada 2011, perseroan memperkirakan laba bersih sebesar Rp 420 miliar dan EBITDA Rp 1,01 triliunSedangkan pada 2012, perseroan memperkirakan laba bersih mencapai Rp 586 miliar dan EBITDA Rp 1,21 triliun.
Matahari yang saat ini mengoperasikan Matahari Department Store (MDS) dan Hypermart, bersama CVC telah membentuk Meadow Asia yang memiliki modal Rp 4,2 triliunCVC memberikan penyertaan modal sebesar Rp 3,4 triliunNanti, Meadow Asia akan memiliki 100 persen saham Matahari Department StoreMeski demikian, MPPA masih mempunyai kepemilikan 20 persen saham MDS melalui Meadow Indonesia(luq/fat)
Redaktur : Auri Jaya