Ladies, Bahaya Lho Perbesar Payudara dengan Cara ini

Minggu, 28 Maret 2021 – 07:13 WIB
Bahan untuk implan payudara. (ANTARA/Reuters)

jpnn.com, BALI - Pakar kesehatan bidang anti-aging lulusan Universitas Udayana dr. Cynthia Jayanto M. Biomed (AAM) mengatakan, metode memperbesar ukuran payudara dengan tindakan filler, berbahaya dari sisi medis.

Dia menganjurkan para kaum hawa tidak pernah melakukan prosedur tersebut, meski dengan tawaran harga terjangkau sekalipun.

BACA JUGA: 6 Kebiasaan Penting agar Terhindar dari Tuberkolosis

“Filler payudara sendiri, faktanya sudah dilarang di negara Eropa dan Amerika yang dikenal pengobatan medisnya sudah sangat maju. Alasannya, efek samping yang timbul bisa berakibat fatal," ujar Cynthia dalam siaran persnya, Sabtu (27/3).

Efek yang bisa timbul, pembengkakan dikarenakan infeksi hingga terjadi penyumbatan pembuluh darah ke jantung dan otak yang mengakibatkan kematian.

BACA JUGA: Bahaya Mengonsumsi 9 Makanan ini Saat Perut Kosong

Di sisi lain, filler payudara bisa menganggu pemeriksaan USG payudara apabila seorang wanita ingin melakukan medical check up atau screening tumor di dalam tubuhnya.

"Hal itu bisa terjadi karena adanya jaringan asing yang masuk ke dalam tubuhnya," ujar pemilik Cyn Clinic itu.

BACA JUGA: 4 Langkah Atasi Rambut Rontok seperti Dialami Tyna Mirdad

"Bahan baku filler payudara ini di Indonesia juga non-available dan non-registrasi. Bahkan FDA (BPOM Amerika) juga belum menyetujui tentang filler payudara ini,” katanya menambahkan.

Belakangan, ada pasien Cynthia yang meminta dilakukan prosedur ini, namun ditolak karena alasan berbahaya.

Filler payudara sendiri beberapa waktu lalu sempat menjadi bahan perbincangan publik, setelah salah satu selebgram mengaku mengalami malapraktik treatment filler payudara oleh oknum dokter.

“Dengan kasus ini, saya berharap tidak ada korban lagi. Masyarakat Indonesia menjadi bijak dalam mengambil treatment untuk dirinya. Dan tidak tergiur untuk filler payudara, apalagi dengan embel-embel harga terjangkau sekalipun,” demikian kata Cynthia.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler