Lampard Protes Keras, Jadwal Liga Inggris Kok Mulai Saat Jam Makan Siang?

Jumat, 20 November 2020 – 16:35 WIB
Ekspresi manajer Chelsea Frank Lampard saat mendampingi timnya menghadapi Sheffield United dalam lanjutan Liga Inggris di Stadion Stamford Bridge, London, Inggris, Sabtu (7/11/2020). (ANTARA/REUTERS/POOL/Peter Cziborra)

jpnn.com, INGGRIS - Manajer Chelsea menyebut jadwal Liga Premier Inggris tidak masuk akal.

Ia pun mendesak agar pertandingan yang digelar Sabtu siang waktu setempat dalam beberapa bulan terakhir, tak lagi digelar.

BACA JUGA: Sanksi Bagi Dua Pemain Rangers Ini Cukup Berat, Tetapi ya Wajarlah!

Chelsea akan melawat ke markas St. James' Park menghadapi Newcastle United Sabtu (21/11) besok, dalam rangkaian laga pekan kesembilan.

Laga Newcastele melawan Chelsea rencananya akan dilaksanakan persis saat jam makan siang waktu setempat.

BACA JUGA: Keren! Bakal Ada Cuti Bersalin Nih Bagi Pesepakbola

Menurut Lampard itu tidak masuk akal.

Karena memangkas waktu persiapan bagi kedua tim, terutama bagi sejumlah pemain yang baru kembali dari memperkuat negaranya pada Kamis (19/11).

BACA JUGA: Ambisi Wayne Rooney, Dahsyat!

"Itu bukan hal yang terbaik, jika tak mau menyebut terburuk. Ketika anda melihat penjadwalan, sungguh tampak tanpa akal sehat. Jadwal sepak mula jam makan siang, harus berapa kali tim mengalami itu," ujar Lampard dalam jumpa pers pralaga dilansir Reuters, Kamis.

"Itu jelas bukan cara bermanfaat bagi pemain untuk melakukan persiapan sebuah pertandingan sekelas Liga Premier. Jika Anda ingin yang terbaik untuk liga ini, saya ingin pemain saya bisa memberi penampilan terbaik, tetapi bukan di situasi sesulit itu," ujarnya menambahkan.

Lampard juga ikut gerbong sejumlah pelatih yang mendesak Liga Premier untuk segera mengadopsi aturan slot lima pergantian pemain seperti kompetisi-kompetisi top di Eropa lainnya.

Manajer Liverpool Juergen Klopp dan manajer Manchester City Pep Guardiola merupakan sebagian dari pelatih yang vokal menyuarakan desakan tersebut.

"Saya pikir ini sesuatu yang harus saya suarakan lagi bersama klub-klub lain. Kekhawatiran utama saya adalah tentang keselamatan para pemain, mereka berada dalam stres berat terutama mereka juga tampil di kompetisi Eropa," kata Lampard merujuk pada Liga Champions dan Liga Europa.

"Bukan berarti orang-orang harus meneteskan air mata untuk para pemain, tetapi di liga-liga lain semua memberi slot lima pergantian pemain, kita harus meninjau kembali persoalan ini," pungkas Lampard.

Lampard mengungkap Kai Havertz sudah kembali berlatih setelah sempat dikarantina karena positif COVID-19 tetapi menyatakan gelandang Jerman itu tidak akan ikut serta ke St. James' Park.

Sedangkan sayap Amerika Serikat, Christian Pulisic, juga masih dibayangi tanda tanya besar karena belum selesai menjalani pemulihan dari cedera hamstring.

Chelsea saat ini menempati peringkat kelima klasemen dan berkesempatan untuk merasakan posisi puncak yang jaraknya hanya tiga poin jika bisa menang lawan Newcastle.(Antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ken Girsang

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler