Lanjutkan Jadi Aktivis Lingkungan

Senin, 19 Januari 2009 – 15:30 WIB
Nadine Chandrawinata

Setelah bebas dari tugas sebagai Putri Indonesia 2005, Nadine Chandrawinata sibuk berkampanye pelestarian lingkungan hidupSelain itu, tentu saja, dia aktif di dunia seni peran

BACA JUGA: Bebas Memilih Pasangan

Gadis berbintang Taurus itu baru saja menggarap dua buku dan bermain dalam dua film layar lebar.

Menurut Nadine, setelah menyandang gelar Putri Indonesia, dirinya terus berkarya dalam bidang seni dan bidang yang dulu pernah digeluti ketika menyandang gelar Putri Indonesia
Itu karena kedua bidang itu menghadirkan kepuasan tersendiri baginya

BACA JUGA: Masih Ragu Menikah

”Saya juga sedang belajar bernyanyi dan melukis, seperti mama saya yang pandai melukis,” ungkap gadis berdarah Jember, Jatim, itu.

Dua bidang itu, menurut dia, memiliki manfaat dan pelajaran sangat berarti bagi dirinya serta orang lain
Seperti ketika melakukan penyuluhan di Kalimantan agar masyarakat mau membuang sampah pada tempatnya

BACA JUGA: Dilanda Cinta Bersama Suami

”Saat pertama datang, banyak sampah berserakanTapi, ketika datang untuk kali kedua, luar biasa, masyarakat di sana sudah tidak sembarangan membuang sampah,” papar wanita yang gemar makan gado-gado itu sambil memperlihatkan dua buku karyanya.

Selain penyuluhan tentang lingkungan hidup di sejumlah wilayah, Nadine kerap terlihat melakukan bakti sosialYang baru saja dilakukan adalah bakti sosial di bawah kolong jembatan PancoranMenurut dia, para penghuni kolong jembatan sangat rentan terhadap penyakit dan tindakan kekerasan

Nadine juga baru saja menyelesaikan syuting dua film layar lebar yang akan launching Februari dan Maret mendatangDia mengaku, gelar Putri Indonesia memang membawa pengaruh luar biasa dalam karirnya, terlebih dalam kegiatan sosial”Putri Indonesia memiliki tanggung jawab empat hal, yaitu kebudayaan, perempuan, anak-anak, dan lingkunganSelepas dari Putri Indonesia, saya masih melakukan kegiatan yang merupakan program kerja Putri Indonesia, yaitu lingkungan dan anak-anak,” ungkap Nadine yang panik ketika melihat kecoa.

Awal ketertarikan dia di dunia intertainment adalah ketika berusia 17 tahunSaat itu gadis belasteran Indonesia-Jerman tersebut mendapat tantangan dari kawannya untuk tampil di catwalk sebagai model”Karena saya tomboy, saya ditantangin oleh kawan untuk ikut modelingTernyata saya bisa dan melanjutkan menjadi bintang iklan dan bersaing dalam ajang bergengsi, yaitu Putri Indonesia,” ungkapnya.

Pada 2009 ini, putri pertama pasangan Andy Chandrawinata dan Elfie Chandrawinata itu akan melakukan beberapa kegiatan yang pada 2008 lalu tidak sempat dilakukanMisalnya, berbisnis, melukis, dan membuat bukuKendati suka bernyanyi, Nadine tidak tertarik untuk membuat albumDia juga mengaku tak tertarik terjun ke dunia politik, seperti Angelina Sondakh, yang kini menjadi anggota parlemen”Saya belajar bernyanyi hanya untuk mendukung profesi di dunia intertainment dan kegiatan sosial,” akunya.

Kesuksesan Nadine tidak terlepas dari peran kedua orang tuanya, serta adik kembarnya, Marcel dan Mischa ChandrawinataMenurut Elfie, Nadine merupakan anak baik dan dapat membanggakan kedua orang tuanyaSelain mengikuti banyak kegiatan positif, Nadine selalu meraih prestasi”Tante bangga memiliki anak seperti Nadine dan kedua adik kembarnya,” ujar Elfie sambil mengacungkan kedua jempolnya.

Nadine mengaku shock ketika pertama tinggal di IndonesiaMenurut dia, sejak dibawa ke Indonesia pada usia tiga tahun, dirinya harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan IndonesiaLantaran shock tersebut, Nadine kecil melampiaskan amarah dengan menggambar”Ketika dewasa saya melampiaskan amarah dengan menulis melalui diary,” ungkap pemilik tinggi 174 cm itu.

Bahkan, Nadine kecil yang dikenal tomboy lebih banyak bermain dengan kawan pria dibandingkan dengan wanita”Saya manjat pohon dan main gundu (KelerengRed), waktu kecil,” ujarnya seraya mengatakan, ketika pergi ke sekolah pernah naik bus umum bersama kawan-kawannya.

Rupanya pendidikan orang tua yang bagus, membuat Nadine kecil tidak lama untuk bisa meradaptasi dengan kebudayaan di IndonesiaDalam waktu cukup singkat, Nadine kecil bisa bergaul dengan kawan-kawan di Indonesia”Kawan saya lebih banyak main ke rumah, dan berbincang-bincang bersama keluarga saya,” ujarnya lantas tersenyum mengenang semasa kecil.

Nadine menceritakan, sejak kecil selalu diajak ayahnya yang berpropesi sebagai arsitek mengunjungi lokasi proyek yang digarapannyaTidak hanya itu, Nadine kecil sering diajak ibunya ke sejumlah lokasi untuk melukis”Jadi, proses adaptasi saya lebih cepat, karena didikan kedua orang tua saya,” papar gadis kelahiran 8 Mei 1984 itu(mos/jpnn/nw)

BACA ARTIKEL LAINNYA... TPI Gelar Nikah Massal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler