Lapangan Kerugian

Oleh: Dahlan Iskan

Selasa, 22 Maret 2022 – 08:08 WIB
Foto: Disway dan Hasan Basri

jpnn.com - KAREBOSI, saya datang. Jam 05.30 yang basah. Senin pagi kemarin.

Untung ada lapangan upacara yang terbuat dari beton. Luas sekali. Bisa senam dansa di situ. Bersama pesenam Makassar. Dan tamu-tamu yang datang ke Makassar untuk Munas PSMTI –Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia.

BACA JUGA: Menu Mandoti

Saya jadi ingat kehebohan Karebosi di masa lalu –15 tahun yang lewat. Juga ingat Karebosi di masa yang lebih jauh lagi –sebelum direnovasi. Yang kalau musim hujan sering tergenang.

Persebaya pernah latihan di situ –sehari sebelum bertanding melawan Si Ayam Jantan dari Timur, PSM.

BACA JUGA: Kakak Sofwati

Saya jadi ingin bertemu Hasan Basri. Salah satu pengusaha terbesar di Makassar. Yang bermarga Tho. Yang merenovasi Karebosi 15 tahun lalu. Yang penuh dengan kontroversi. Sampai anaknya meninggal dunia –Hasan percaya akibat stres yang tak tertahankan.

Itu anak laki-laki pertama. Namanya: Nurdin Hasan. Nurdin-lah putra mahkota kerajaan bisnis Hasan. Ia yang setiap hari menghadapi persoalan Karebosi. Dihujat. Didemo. Diperkarakan. Dan jadi bulan-bulanan media.

BACA JUGA: Melayu Dayak

Renovasi lapangan Karebosi itu ditentang banyak pihak. Harusnya wali kota Makassar saat itu, Ilham Arief Sirajuddin, yang jadi sasaran utama. Tapi Hasan dan anaknya lebih empuk untuk digebuki.

Suatu pagi di tahun 2010, Nurdin tidak bangun. Ia meninggal di tempat tidurnya, di rumahnya. Tanpa pernah sakit apa pun. Umurnya baru 36 tahun. Anaknya dua orang. "Ia tidak kuat menahan tekanan dan ancaman," ujar Hasan tadi malam.

Saya bertemu Hasan di lantai teratas hotelnya: Condotel Makassar. Lokasinya di sebelah lapangan Karebosi.

Lantai paling atas ini menghadap langit. Dari sini bisa melihat kota Makassar dari atas. Di waktu senja. Ketika matahari memerah di balik awan tipis. Termasuk bisa melihat pelabuhan Makassar di Barat, gedung Bosowa di Selatan, Graha Pena di Timur, dan Lapangan Karebosi di bawah.

Hasan sudah berumur 82 tahun. Masih gesit. Orang bilang, saya selalu berjalan sangat cepat –tapi Pak Hasan berjalan lebih cepat dari saya. Bicaranya bersemangat –dengan logat Makassar yang kental.

Saya jadi ingin tahu: berapa banyak Hasan dapat keuntungan dari renovasi Karebosi –kilometer 0-nya Makassar. Ia tertawa terbahak-bahak.

Ia bilang telah menghabiskan uang Rp 200 miliar untuk membangun Karebosi. Uang yang ia dapat hanya Rp 30 miliar. Rugi besar. Ditambah kehilangan putra mahkota.

Ide merenovasi Karebosi itu datang dari Pemkot Makassar. Agar bisa menjadi taman kebanggaan Makassar. Diadakanlah sayembara desain "Karebosi Modern". Di tahun 2006. Pemenangnya PT Lintas Cipta Desain, Makassar.

Intinya: renovasi tidak bisa menggunakan anggaran Pemkot. Tidak ada anggaran untuk itu. Harus mengundang investor. Kompensasinya: investor boleh membangun mal di bawah lapangan itu.

Berdasar desain itulah diadakan tender. Yang mendaftar hanya satu perusahaan: PT Tosan Permai Lestari. Milik Hasan. Dengan Nurdin sebagai direktur utamanya.

Maka diadakanlah tender ulang. Beberapa pengusaha besar dilobi untuk ikut tender. Tidak ada yang mau. Termasuk Aksa Mahmud –ipar Jusuf Kalla yang pengusaha besar itu.

Akhirnya hanya Hasan yang ikut tender. Maka Hasan-lah yang ditunjuk membangun. Dengan hak pengelolaan 30 tahun. Heboh. Luar biasa.

Nurdin terus menghadapi kehebohan itu. Termasuk harus mengusir begitu banyak waria yang mangkal di situ. Kalau malam.

Juga harus mengusir preman yang "bermarkas" di salah satu pojok lapangan 11 hektare itu. Tapi yang paling berat adalah masalah sosial dan politik.

Nurdin sebenarnya sudah dipersiapkan sejak kecil. Disekolahkan ke Singapura. Sejak SD. Sampai universitas. Terus S-2 di London.

Hasan awalnya jengkel ke Nurdin-muda. Boros. Uangnya habis dipinjam teman-temannya –dan tak pernah kembali.

Namun, Hasan akhirnya terharu: begitu pulang ke Makassar, Nurdin bekerja sangat tekun dan keras. Hasan akhirnya begitu bangga pada Nurdin. Melebihi kelima anaknya yang lain –yang juga disekolahkan semua di Singapura.

Maka ketika Nurdin meninggal, Hasan sangat terpukul. Sampai sakit. Hasan sampai membuat patung Nurdin. Tiga buah. Actual size. Itulah patung perunggu buatan pematung Yogyakarta.

Salah satu patung Nurdin ia dirikan di pojok lapangan Karebosi. Satunya lagi ia tempatkan di dalam mal. Dan yang ke-3, ia tempatkan di kamar tidurnya sendiri.

Penempatan patung Nurdin di Karebosi itu ditentang banyak pihak. Tapi Hasan tidak peduli. "Ia pahlawan Karebosi," ujar Hasan.

Dari 11 hektare lapangan itu, hanya 4 hektare yang boleh dibangun lantai bawah tanah –dua hektare untuk parkir bawah tanah, dua hektare lagi untuk mal.

Saya pun minta diantar ke mal itu. Tapi turun dulu ke lantai di bawah rooftop tadi. Ke lantai 18. Lantai bawahnya ini ternyata juga tidak berdinding. Ada kolam renang istimewa di situ: kolam renang kaca. Semua yang berenang bisa terlihat dari samping.

Ternyata ada alasan mengapa Hasan ikut tender renovasi Karebosi. Ia punya Makassar Trade Center di sebelah Karebosi. Dari Trade Center ini bisa langsung terhubung dengan lantai bawah tanah Karebosi.

Ternyata ini bukan mal. Ini shopping center. Tidak cukup plaza dan lantai publik di bawah tanah ini. Mungkin mengejar hitungan bisnis.

Tapi lantai parkir bawah tanahnya luas sekali. Lapang sekali. Saya membayangkan alangkah bagusnya kalau di bawah Monas Jakarta juga dibuat lapangan parkir raksasa.

Dua tahun terakhir mal Karebosi ini senasib dengan mall di mana pun: sepi. Akibat pandemi. Tapi yang milik Hasan ini lebih berat: izin hak penggunaan lahannya (HPL) belum keluar. Sudah 10 tahun menunggu. Nasib pengusaha ternyata tidak selalu untung.

Pak Hasan ini lahir di Seram Timur. Ia ikut ayah pindah ke Makassar. Lalu disekolahkan ke Jakarta. Di Jakarta itu ia mulai bisnis: jualan celana dalam dan BH. Bikinannya sendiri.

Zaman itu, cerita Hasan, lapisan di dalam BH terbuat dari karton, yang kalau dicuci penyok-penyok.

Hasan akhirnya jadi pengusaha besar. Di Makassar ia sejajar dengan Wilianto Tanta, pemilik Claro Hotel yang sangat besar –yang hampir pasti terpilih sebagai Ketua Umum PSMTI yang baru di Munas hari ini. Nama dua orang ini masuk dalam buku 100 orang penting Makassar.

Karebosi sekarang memang jadi taman dengan pepohonan yang hijau.

"Saya dapat 1.000 pohon trembesi dari Pak Jenderal (Letjen TNI, red) Doni Monardo," kata Hasan.

Ada lapangan voli, tenis, softball, skating, dan 4 lapangan sepak bola di lantai atas Karebosi.

Lalu ada kerugian lebih Rp 100 miliar di bawahnya. (*)

Anda bisa menanggapi tulisan Dahlan Iskan dengan berkomentar https://disway.id/. Setiap hari Dahlan Iskan akan memilih langsung komentar terbaik untuk ditampilkan di Disway.

Komentar Pilihan Dahlan Iskan di Tulisan Berjudul Menu Mandoti

MS
Sawah yang bagus itu memang harus agak miring, juga ada becek-beceknya. Tolong jangan ngeres, ini lagi bahas sawah.

Neo Mister Xi
Iya kasihan si AYAM,, Tulisan buruk di-cap tulisan ceker AYAM,, Bau busuk kayak tai AYAM,,, Kaki yg tak pernah pakai alas kaki kayak kaki AYAM,,, bangun kesiangan nanti rejekinya dipatuk AYAM,,, tidur tak nyenyak disebut tidur ayam,,, demam ringan dikatakan demam2 AYAM,, lubang di sudut2 spanduk yg untuk diikat tali disebut lubang mata AYAM,, silhkan ditambah......

Jeramen Benges
Nasib kopi Enrekang seperti telor mata sapi, yg punya telor ayam, yg punya nama sapi he..he..he...

Dedi Juliadi
Mertua saya juga asalnya dari Enrekang Abah, beras ini katanya yang selalu membuat rindu kampung halaman, beliau dari kecil tamat SD ikut kakaknya merantau ke Balikpapan lama sekali zamannya orde lama hehehe. Waktu itu Almarhum mungkin satu2nya putra kelahiran Enrekang yang di sekolahlan ke Rusia oleh Bung Karno. Ir. Djumamin Matjirina bertahun2 mengabdikan diri sebagai PNS di zaman orba wajib lapor setiap tanggal 1 Oktober.

Disway 2202161 iskan
israel mmg hebat, dan anda lebih hebat lagi, karena tidur anda terlalu miring :D

Aryo Mbediun
Sebenarnya nasi aking itu enak dan bergizi. Cuma keliru cara pengolahannya. Di Israel sana, nasi aking diolah dengan lebih modern sehingga kandungan proteinnya tinggi dan lezat. Jadi pengolahan nasi aking di Israel menggunakan ayam broiler. Nasi aking diberikan ke ayam, baru ayamnya dimakan. Sumpah keren. Nasi aking jadi enak dan bergizi.

Din Don
Lebih lengkap lagi makan songkolo pulu mandoti lauknya dengan dangke susu kerbau / keju khas yang hanya ada di enrekang abah

Heiruddin Arafah
akhirnya abah singgah juga di makassar. makanan pulu mandoti ini juga dikenal dengan sebutan songkolo. cuma memang bahan dasar berasnya yang beda-beda. jurusan makassar ke parepare. yang sekarang butuh sampai 3 jam perjalanan. dibanding dulu yang hanya perlu 2 jam. mungkin disebabkan kualitas jalanan yang sudah banyak rusak. kalau balik makassar, coba jalur alternatif lewat soppeng. kampung saya abah. bupatinya tidak kalah hebat. soppeng banyak berubah sejak dipimpin beliau. ini sudah periode keduanya.

Pengamat Jalanan
"Saya dulu perokok. Setelah membaca buku bahwa rokok itu berbahaya. Sejak saat itulah saya berhenti membaca buku.". Itulah kata-kata yang populer di aplikasi tik-tok.  Kadang saya bingung. Katanya rokok mengurangi jatah umur kita.  Ada bapaknya temen saya umur 90 tahun, masih merokok. Sedangkan di tempat lain, dia tidak merokok, umur 60 tahun dah meninggal. Bingung kan?

Jo Neka
Mandoti memang enaaaak..saya pernah makan di Ujung Pandang.sekarang Makasar pada thn 1992..dan masih terngiang enaknya setelah 30thn kemudian..Indonesia adalah SURGA dunia..

Hardiyanto Prasetiyo
Dulu thn 2006 ketika ada penugasan ke PMDG 7 yg saat ini sdh diganti menjadi PMDG 6 yg berlokasi di Konawe Selatan, Kendari, Sultra, saya berkenalan dgn kuliner khas sana, namanya Sinonggi. Kuliner ini khas suku Tolaki yg terkenal jg kecantikan kaum wanitanya dgn ciri khas mata sipitnya dan cocok diberikan gelar 5i. Sinonggi ini terbuat dari sari pati sagu, tdk semua warga Kendari bisa membuat Sinonggi yg benar2 Sinonggi dgn rasa berkualitas tinggi. Sinonggi ini biasanya cocok disajikan dgn sayur berkuah (yg bersantan ataupun sayur bening). Dan menurut cerita beberapa penduduk suku Tolaki, Sinonggi ini dahulunya berposisi sebagai makanan pokok pengganti peran sentral nasi. Teksturnya mirip2 kanji,molor kalau disendoki. Tp sayangnya saat ini keberadaan Sinonggi sdh hampir punah dan jarang sekali karena kalah dominasi dgn nasi yg kembali trend di kalangan suku Tolaki

Rikiplik
Mungkin mnyak goreng mo naek kelas bro.. Jadi gengsi kalangan menengah atas. Yg menengah bawah mungkin disuruh pake jlantah.. hehehe..

Wawan Wibowo
Bicara tentang beras mandoti menunjukkan bahwa sesuatu yg esklusif itu mahal harganya,yang bikin kita semua bingung kan tentang minyak goreng,tidak esklusif tapi mahal,hahahaha

Kopi Toraja
Nasib sial biarlah hanya dialami kopi Enrekang, lebih dikenal penikmat kopi dengan nama kopi Toraja. Semoga nasib sial tidak dialami petani Indonesia. Mentannya cukup dikenal di Gowa dan Sulsel. Menjabat masing-masiing dua periode. Anda sudah tahu -bisa menjabat kepala daerah berulang-ulang- pasti banyak "kebijakan manfaat" yang dirasakan rakyat pemilihnya. Walaupun jabatan mentan bukan dipilih secara langsung oleh petani, "kebijakan manfaat" kakak kandung Bupati Adnan ini telah cukup lama ditunggu petani. Tak perlu munas untuk membenahi nasib petani Indonesia, sebagaimana ide abah tentang kopi Toraja eh.... bukan kopi Enrekang.

Achmat Rijani Fahmi
hari ini Abah ada menulis kata --Karau.  Awalnya saya mengira kata ini sudah lazim dimengerti pembaca. Penasaran, coba cek di KBBI ternyata berbeda jauh maknanya. di sana diartikan, Karau ialah: (1) Sedang mengaduk (supaya bercampur); (2) Bercampur aduk, berkacau. Agar bisa lebih dimengerti mungkin bisa menggukana kata: "Pera", mudah-mudahan Om Gambit nanti bisa menjelaskan.  Urang Banjar sering mengasosiasikan kata Karau dengan suatu kondisi nasi. Nasi Karau maknanya ialah nasi yang bertekstur relatif agak keras, dan terpisah-pisah tidak menyatu. Mirip dengan Nasi Mandi atau Nasi Briyani, tapi dengan ukuran sebesar beras biasa di Indonesia. kondisi ini didapatkan melalui cara memasaknya dengan menggunakan takaran air tertentu. Bisa pula karena penggunaan jenis beras tertentu, di Kalsel jenisnya bermacam-macam; Beras Unus, Beras Gambut, Beras Karang Dukuh, Beras Mayang, dan lainnya.  Kebanyakan Urang Banjar memasak nasi dengan spesifikasi Karau. Tentu ini sangat menyulitkan bagi yang terbiasa makan nasi yang pulen. Shock Culture. Biasanya jamak terjadi bagi Lelaki Jawa yang mempersunting Gadis Banjar. Contohnya......Anda Sudah Tahu.  --Karau, seringkali juga digunakan untuk menyebut tampilan atau wajah, yang cenderung kusut, dekil, dan awut-awutan. Atau menggambarkan mimik wajah yang kurang menyenangkan. contoh:  Adul : "Napa Mat muha kam pina Karau?'  Amat : "Madrid diajar Barca malam tadi, dasar waluhh!!!"

Mbah Mars
Minyak goreng oh minyak goreng. Dulu labelmu HALAL. Sekarang labelmu MAHAL.

Joe K.
Harga minyak goreng di daerah saya sudah 28 ribu.

Mbah Mars
Betul Gus Parikesit. Sebuah kitab yg melengkapi kecerdasan manusia. Setelah cerdas intelektual, cerdas emosional, dan cerdas spiritual maka tak kalah pentingnya memiliki kecerdasan sexsual. He he ho ho.

Jaka Lembayung
Sekali lagi abah menyentil ahli hisap atau tukang udut.padahal banyak faktor lain yg membuat orang jadi sakit.tapi yg menjadi kambing hitam selalu rokok.karena rokok tak bisa membela diri...maka jadilah ia menjadi pesakitan yg sebenarnya memberi kenikmatan.tapi berdebat sama abah yg tidak merokok tentu tidak sopan.ya sudahlah yg penting para smooker masih di tampung kolom komentar..HIDUP SMOOKERS.

Pedro Lincalinci
Baru tahu dari Abah tentang beras Mandoti lewat tulisan Abah hari ini. Maturnuwun Abah, atas informasinya Dari waktu masih kanak² sampai hari ini sudah kawak² yg saya tahu "nasi" yang pulen dan lengket/ pliket, yaitu ketan dan sorgum atau yg juga dikenal nama lainnya canrhel Waktu kanak² dulu sering untuk tebak tebakan, mana yg lebih pulen dan jiga pliket antara ketan drngan canthel..? Jawabannya ya... PLIKETCANTHEL laaah... hehehehe...

Liam
Subsidi Indonesia di bidang pertanian secara persentase GDP (2.9% data tahun 2019 sebenarnya no 2 di dunia setelah Philippine ( 3.1 %). Di Amerika 0.5% , China 1.6 % . India 0.6 % . Menimbulkan pertanyaan, lah ternyata subsidi pertanian sudah sangat besar.

Neo Mister Xi
Karena lama di negri uncle Sam,,,jadi terbiasa pakai USD,, mungkin 20 jt IDR dikira 20 juta USD. So far,,, pak Luthfi tetep menteri yg ganteng dan gagah,, lulusan amerika lagi,,

Amat Kaselanovic
Sam, Pak Gambit. Bersumber dari PUEBI, tanda hubung dipakai untuk merangkai singkatan berhuruf kapital dengan angka (merangkai unsur yang tidak sejenis).Contohnya seperti S-1, S-2, S-3, D-3, dsb. Ada catatan pengecualian di PUEBI, tanda hubung tidak dipakai di antara huruf dan angka jika angka tersebut melambangkan jumlah huruf. Contohnya, P3K. Mengenai penulisan singkatan gelar, Abah Dis tidak menuliskannya dengan titik karena beliau sudah terlalu banyak menggunakannya. Satu kata, titik. Dua kata, titik lagi. Wkwkwkwkwk

Gambit H-1982
Catatan Editorial:  # lapangan Karebosi = Nama diri, tiap awal katanya kapital. Semisal dengan "lereng gunung Latirogong".  # Munas = Akronim--singkatan yang bisa dieja secara wajar--dari "musyawarah nasional".  # Pulu Mandoti = Termasuk nama jenis, pakemnya tidak perlu kapitalisasi. Kecuali penulis ingin menekankan kekhasan, itu pun cukup "Mandoti"-nya.  # Rp 60.000 = Pakemnya: "Rp" tidak dipisah dengan nominalnya. Filosofinya, agar tak disisipi nominal tambahan yang bisa berdampak negatif.  # irisan-kentang-goreng-kering-kecil-kecil = Tanda hubung mubazir, kecuali untuk kata ulang "kecil-kecil". Bisa jadi ada maksud tertentu, hanya Abah yang tahu.  # Ini sehat pak. = Konteks sapaan langsung, perlu dibesarkan "p"-nya. Sebagaimana "Anda" dalam slogan tersohor Disway: "Anda sudah tahu".  # ujar Asman SE = Bukan kependekan nama lengkap. Melainkan gelar akademis. Yaitu Sarjana Ekonomi; adalah S.E., singkatan resminya.  # KNPI = Singkatan dari "Komite Nasional Pemuda Indonesia".  # Unhas = Universitas Hasanuddin: Perguruan tinggi negeri di Makassar, Sulsel--Sulawesi Selatan.  # lulus S-1 = Maksudnya gelar pendidikan strata pertama. Umumnya ditulis "S1", langsung tanpa tanda hubung.  # Pare-pare = Salah tik. Ejaan sebelumnya sudah betul.  # sang wakil bupati = Jika merujuk selera penulis, mestinya kepanjangan "Wabup" dicetak kapital.  Sampai di sini. Moga-moga bisa melengkapi. Atas artikel Abah DI yang menginspirasi.

MS
Disway hari ini mulai ada pergerakan aktif dari MR XI (lord XA). Kemarin dia baru pemanasan. Sementara Pak Leong belum terlihat pergerakannya. Ok, sekarang sudah masuk maret akhir. Sesuai bulannya harusnya alfamaret (AMRT) di goreng sampai 100 ribu wkwkwk. jadi saya tidak akan bahas saham lagi. Yang jatuh biar jatuh, yang ura biar ura, yang jomblo biar jomblo, yang janda, bisa WA di bawah wkwkwk

Aat
Wkwkwkwk Walau pun saya belum pernah punya Istri dan belum pernah nyobain masakan Istri, setidaknya saya pernah nyobain masakan mantan. Bapack2 Disway ini menganggap masakan Istri paling enak, karena memang semenjak punya Istri nggak boleh makan di luar lagi, taunya cuma masakan istri. Jadi, wajar saja jika dianggap paling enak. Awokwokwokwok

Rikiplik
Yg bisa menandingi enaknya masakan istri adalah... Masakan IBU. #anak_berbakti

Achmat Rijani Fahmi
Bubur randang intalu karuang./  Santan gula habang sama dibagi./  Takkan risau gigi  berkurang./  Selama hati tak kemana lagi

Zo
Pengalaman pribadi tidak untuk ditiru. Saya tergolong suami superior didepan istri. Maksudnya sok tau. Padahal modalnya anda sudah tahu, cuma baca Di**ay. Baru2 ini saya bocorin rahasia modal berdisway itu. Lalu saya instal di hp istri. Diapun ikut baca artikel yg dia suka plus komentar pilihan. Masalah. Suatu saat kami ngobrolin disway, tiba2 dia ingat sesuatu terus minta sy nyobain obat punya salah satu komentator, dia lupa namanya tapi jelas nama etnis bali. Ada putunya gitu katanya. Wah.... pasti ini obat merek reptil penghuni got itu, pikir saya. Tidak salah lagi, tapi pasti saya akan malu nanti kl semua pembaca komentar tau. Apalagi anda sudah tahu kan? Obat apa itu? Malu besar. Pingin saya lanjutkan tapi.... nanti sajalah. Ini istriku gak akan baca karena dia cuma baca komentar pilihan. Aman.

Dewi Oktaviyati
Luar biasa beras mandoti. Sudah pulen, kadar gula 0 lagi. Ini kabar bagus untuk penderita diabet. Bisa makan kenyang tanpa takut kadar gula naik. Semoga para ahli segera bisa menaklukkannya. Agar bisa d tanam d mana saja. Kalau ahli Indonesia TDK bisa, mungkin bisa minta tolong ke Thailand. Atau bila perlu minta tolong ke Israel...

Luar biasa beras mandoti. Sudah pulen, kadar gula 0 lagi. Ini kabar bagus untuk penderita diabet. Bisa makan kenyang tanpa takut kadar gula naik. Semoga para ahli segera bisa menaklukkannya. Agar bisa d tanam d mana saja. Kalau ahli Indonesia TDK bisa, mungkin bisa minta tolong ke Thailand. Atau bila perlu minta tolong ke Israel...

ThamrinDahlan Ibnuaffan
Beras Mandoti bisa jadi merupakan salah tujuh keajaiban dunia. Ajaib padi ditanam hanya bisa tumbuh di Enrekang seluas 3.000 Ha suatu kawasan sangat terbatas.   Pantas saja rasanya enak melebihi kolak durian plus ketan.    Beras India atau sedikit ke Timur Tengah bentuknya panjang panjang.  Mantab menyantap nasi beryani atau kebuli ala arabiaan.  Penasaran juga  jadi ingin menikmati Menu Mandoti. Mudah mudahan Abah berkenan membawa olah oleh mampir di Ibukota Jakarta. ngarep.com , ???????????? ???????

Muhammad Suaib Natsir
Pulu Mandoti khas Enrekang hanya bisa ditanam di Salu Kanan, Kecamatan Baraka. Konon katanya Presiden Soeharto dulu kerap menyuguhkan Mandoti di Istana. Enrekang Indah

Udin Salemo
Sejauh ini fenomena jabatan publik yang turun ke adik, ke istri, dan ke anak hanya terjadi di pulau Jawa dan pulau Sulawesi. Saya belum melihat hal itu terjadi di pulau Sumatera dan pulau Kalimantan. Perkiraan saya, di masyarakat yang tinggi ewuh-pakewuhnya sangat mudah calon pejabat dari dinasti untuk menang dalam pilkada. Di kampung saya, kami memilih kepala daerah berdasarkan rekam jejak. Rekam jejak tak akan mudah dihilangkan. Apalagi rekam jejaknya gak bagus, pasti akan jadi barrier bagi calon pejabat. Ada satu lagi yang menjadi penghalang di kampung saya untuk menurunkan jabatan publik ke keluarga. RASA MALU. Tak pernah saya dengar ada bupati di kampung saya mendorong saudara, anak dan istrinya untuk maju jadi kepala daerah karena dulu kakaknya, bapaknya atau suaminya pejabat yang terkenal. Prinsipnya adalah jabatan itu diraih karena prestasi. Tidak mengandalkan nama besar keluarga. Perilaku itu hanya terjadi di masyarakat yang egaliter. Dan kami di Sumatra Barat memang egaliter.

*) diambil dari komentar pembaca Disway.id

BACA ARTIKEL LAINNYA... Durian Runtuh


Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler